Berita Viral
Duduk Perkara Abu Janda yang Debat Pakar Hukum dan Dubes Indonesia Berujung Diusir dari Program TV
Inilah duduk perkara Abu Janda diusir dari program Rakyat Bersuara iNews TV, Selasa (10/3/2026), yang dipandu presenter Aiman Wicaksono.
Ringkasan Berita:
- Diskusi Rakyat Bersuara di iNews TV (10/3/2026) viral setelah Aiman Witjaksono mengusir Abu Janda.
- Debat panas terjadi antara Abu Janda, Prof. Ikrar Nusa Bhakti, dan Feri Amsari soal peran AS dan Palestina bagi kemerdekaan RI.
- Situasi memuncak saat Abu Janda membantah jasa Palestina terhadap Indonesia.
- Perkataan kasar Abu Janda mendapat kecaman dari Feri Amsari. Menurut Feri, sikap tersebut merusak etika ruang publik dan menyebarkan kebohongan.
SURYA.CO.ID - Diskusi publik dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV tayang Selasa (10/3/2026), viral.
Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, diminta meninggalkan ruangan oleh presenter Aiman Witjaksono setelah terlibat adu argumen sengit hingga membuat situasi tak kondusif.
Perdebatan tersebut melibatkan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari; dan mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Prof. Ikrar Nusa Bhakti, terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Perspektif Abu Janda
Dalam diskusi tersebut, Abu Janda menyoroti besarnya kontribusi Amerika Serikat dalam menekan Belanda agar mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1949.
"Tahun 1949 Belanda mudik karena ditekan Amerika. Amerika mengancam akan menghentikan bantuan jika Belanda tetap menjajah Indonesia," ujar Abu Janda.
Ia juga menambahkan bahwa AS berperan besar dalam membawa Belanda ke Konferensi Meja Bundar (KMB) dan mengeluarkan resolusi di PBB.
Baca juga: Rekam Jejak Abu Janda yang Debat Pakar Hukum dan Dubes Indonesia Berujung Diusir dari Program TV
Sanggahan Eks Dubes Indonesia
Menanggapi hal tersebut, Prof. Ikrar Nusa Bhakti memberikan catatan kritis.
Menurutnya, dukungan AS saat itu bersifat transaksional dan didasari ketakutan geopolitik agar Indonesia tidak jatuh ke pengaruh komunis.
"Amerika turun tangan pada 1948–1949 karena ketakutan Indonesia jatuh ke tangan komunis," jelas Ikrar merujuk pada buku Revolution and Nationalism in Indonesia karya George McTurnan Kahin.
Ia juga mengingatkan sejarah keterlibatan AS dalam menyokong pemberontakan PRRI dan Permesta di masa awal kemerdekaan.
Ketegangan mulai memuncak saat Abu Janda memotong penjelasan Prof. Ikrar dengan nada tinggi, hingga terlontar kata-kata yang dinilai kurang patut dalam forum diskusi formal.
Debat Soal Jasa Palestina
Situasi semakin memanas saat Feri Amsari membahas urgensi hubungan Indonesia-Palestina.
Feri menyebutkan bahwa Indonesia memiliki utang sejarah besar terhadap bangsa Palestina, merujuk pada dukungan diplomatik dan bantuan finansial dari saudagar Palestina, Muhammad Ali Taher, di masa perjuangan.
Abu Janda menyanggah pernyataan tersebut dan menyebut informasi mengenai jasa Palestina sebagai hoaks.
Suasana Memanas
Perdebatan ini berujung pada aksi saling lempar argumen dengan nada kasar.
Melihat suasana yang tidak lagi kondusif dan penggunaan kata-kata yang dianggap melanggar etika ruang publik, Aiman Witjaksono selaku pemandu acara mengambil tindakan tegas.
"Jika Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar!" tegas Aiman kepada Abu Janda.
Feri Amsari Kecam Abu Janda
Usai perdebatan sengit itu, Feri Amsari melalui unggahan Threads miliknya, menyoroti menyoroti ucapan Abu Janda di program Rakyat Bersuara iNews TV.
Ia menilai, gaya bicara Abu Janda dalam perdebatan tersebut kasar dan tak pantas disampaikan di ruang publik.
"Saat offair dia ngaku bukan bilang **jing tapi **jir."
"Saya bilang dia bohong. Video ini menjelaskan rusaknya orang ini. TV dan media lain harusnya melarang orang ini dengan keras," tulis Feri dalam unggahannya.
Feri Amsari Dapat Dukungan
Pegiat Media Sosial, Dj Donny pasang badan membela Feri Amsari yang berdebat dengan Abu Janda.
Dj Donny mendukung ucapan Feri Amsari terhadap Abu Janda.
"Sesat!" tulis Dj Donny dalam akun instagramnya dikutip Rabu (11/3/2026).
"Ini benar yang disampaikan Bang Feri Amsari semangat betul dengan salahnya, semangat betul dengan kesesatannya," sambungnya.
Dj Donny menuturkan Bangsa Palestina sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
"Sama seperti bangsa Indonesia, sudah ada dari jaman dulu," katanya.
Selain itu, kata Dj Donny, bangsa Palestina memiliki kontribusi terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia.
Ia mengungkit peran Tokoh Palestina Syaikh Muhammad Amin Al Husaini yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam.
Syaikh Muhammad Amin Al Husaini mengeluarkan seruan kepada umat Islam di wilayah Timur Tengah untuk mendukung Kemerdekaan RI.
Syaikh Muhammad Amin Al Husaini menyuarakan dukungan kemerdekaan Indonesia sejak jauh sebelum proklamasi dikumandangkan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945.
Ketika aktif melakukan propaganda melalui radio berbahasa Arab di Jerman, tepatnya pada 6 September 1944, Syaikh Muhammad Amin Al Husaini memberi selamat kepada Indonesia.
Pernyataan itu menjadikan Palestina sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto.
Momentum yang mendasari dukungan Palestina tersebut adalah pernyatan janji Perdana Menteri Jepang Koiso pada 6 September 1944.
Dukungan Syaikh Muhammad Amin Al Husaini pun banyak memengaruhi negara-negara di Timur Tengah untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.
"Karena sejarah solidaritas inilah maka Presiden Pertama RI Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kemerdekaan Palestina," katanya.
"Lo bela Israel sah-sah saja tapi juga paham sejarah, jangan goblok-goblok banget ya dajjal," sambung Dj Donny.
===
Kami mengajak Anda untuk4 bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung
Meaningful
Abu Janda
Multiangle
Abu Janda diusir
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Aiman Wicaksono
Ikrar Nusa Bhakti
Presiden Prabowo
berita viral
| Alasan Rieke Diah Pitaloka Sebut Janggal Penanganan Kasus Pelecehan di FH UI: Ada yang Salah |
|
|---|
| Alasan Toni Aji Anggoro Beda Nasib dengan Amsal Sitepu Meski Perkaranya Serupa, Ini Kata Kejagung |
|
|---|
| Meski Ade Armando Bantah Edit Video Ceramah Jusuf Kalla di UGM, Polisi Tetap Uji Bukti ke Labfor |
|
|---|
| Rekam Jejak Bursah Zarnubi, Bupati Lahat yang Murka dan Minta Sekretaris DPRD Mundur dari Jabatannya |
|
|---|
| Sosok Abdul Azis, Guru Honorer yang Dapat Bantuan Usai Viral Pergi Kerja Pakai Sepeda Pinjaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Duduk-Perkara-Abu-Janda-yang-Debat-Pakar-Hukum-dan-Dubes-Indonesia-Berujung-Diusir-dari-Program-TV.jpg)