Berita Viral
Rekam Jejak Abu Janda yang Debat Pakar Hukum dan Dubes Indonesia Berujung Diusir dari Program TV
Siapa sosok aktivis media sosial Abu Janda (Permadi Arya) yang diusir Aiman Witjaksono dari program Rakyat Bersuara iNews TV?
Ringkasan Berita:
- Aktivis media sosial Abu Janda (Permadi Arya) diusir Aiman Witjaksono dari program Rakyat Bersuara iNews TV.
- Keributan dipicu debat panas soal peran AS dalam kemerdekaan Indonesia melawan pandangan Prof. Ikrar Nusa Bhakti dan Feri Amsari.
- Abu Janda dinilai kasar dan menggunakan kata tidak pantas saat membantah jasa Palestina bagi RI.
- Setelah menyebut lawan bicaranya bodoh, Aiman bertindak tegas mengusirnya dari studio karena suasana diskusi yang tidak lagi kondusif dan melanggar etika publik.
SURYA.CO.ID - Sosok penggiat media sosial Permadi Arya, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda, viral gara-gara diusir dari program Rakyat Bersuara iNews TV, dipandu presenter Aiman Witjaksono.
Pengusiran ini dampak dari aksi Abu Janda yang berani mendebat Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, dan mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti, saat berdiskusi soal serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Duduk Perkara
Abu Janda menilai, Amerika Serikat memiliki peran besar dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia.
"Intinya sentimen anti Amerika ini luar biasa sekali di negara ini dan semua didasari sama kebencian buta tanpa mencoba untuk mencoba adil seperti yang disarankan Al-Maidah ayat 8," kata Abu Janda.
Ia kemudian menyinggung momen Belanda kembali datang bersama pasukan NICA setelah Proklamasi 1945.
"Bahkan Jenderal Sudirman pun hanya bisa melawan Belanda dengan taktik gerilya, hit and run."
"Apakah dengan hit and run itu efektif untuk mengusir Belanda dari bumi pertiwi? I don't think so," ujarnya.
Abu Janda lalu menyebut Belanda meninggalkan Indonesia karena tekanan dari AS.
"Tiba-tiba tahun 1949 Belanda mudik. Karena siapa?"
Baca juga: Rekam Jejak Abu Janda atau Permadi Arya, Viral Dikabarkan Jadi Komisaris JMTO Tapi Ternyata Hoaks
"Karena ditekan Amerika. Jadi tahun 1949 Amerika itu ngancem ke Belanda, kalau masih jajah Indonesia akan disetop bantuan Amerika," kata dia.
Ia juga menyinggung peran Amerika dalam mendorong Belanda mengikuti Konferensi Meja Bundar.
"Bukan cuma itu aja, Amerika itu nyeret Belanda ke Konferensi Meja Bundar di Den Haag."
"Amerika juga bikin veto, bikin resolusi di Dewan PBB untuk menekan agar Belanda cabut dari Indonesia," ucap Abu Janda.
Marah Dengar Pandangan Berbeda
Sementara Prof Ikrar Nusa Bhakti memberikan pandangan berbeda.
berita viral
Multiangle
Meaningful
pakar hukum
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Feri Amsari
Ikrar Nusa Bhakti
Aiman
Board of Peace (BoP)
| Kasus Dugaan Joki UTBK-SNBT 2026 Mencuat di Universitas Negeri Malang, Modus Pemalsuan Dokumen |
|
|---|
| Jokowi Tutup Pintu Damai bagi Roy Suryo dan Dokter Tifa, Tim Hukum: Tak Perlu Sowan ke Solo |
|
|---|
| Pujian Gibran ke Jusuf Kalla yang Klaim Jokowi Jadi Presiden karena Jasanya, Sebut Mentor dan Idola |
|
|---|
| Pengalaman Mayor Windra Sanur 8 Tahun Kawal Jokowi, Ikut Rajin Ibadah dan Harus Waspada Setiap Saat |
|
|---|
| Duduk Perkara Jahmada Girsang, Pengacara Rismon Sianipar Debat Panas dengan Refly Harun di TV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Rekam-Jejak-Abu-Janda-yang-Debat-Pakar-Hukum-dan-Dubes-Indonesia-Berujung-Diusir-dari-Program-TV.jpg)