Minggu, 3 Mei 2026

Konservasi Pesisir, Avian Brands Tanam 6.000 Mangrove di Bangkalan

Penanaman mangrove di Bangkalan tidak hanya fokus pada penanaman saja tetapi juga pendampingan nursery atau pembibitan mangrove.

Tayang:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
PERUBAHAN IKLIM - Karyawan dan manajemen PT Avia Avian Tbk (Avian Brands) berfoto bersama usai kegiatan Gerakan Penanaman 6.000 Pohon Mangrove di Pantai Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur, Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pendampingan nursery dilakukan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam proses pembibitan, penanaman, hingga perawatan tanaman
  • Sistem konservasi dapat berjalan berkelanjutan dari hulu hingga hilir 
  • Menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat setempat.

 

SURYA.co.id SURABAYA – PT Avia Avian Tbk atau Avian Brands memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menanam lebih dari 6.000 pohon mangrove di Pantai Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur.

Aksi penanaman mangrove ini menjadi bagian dari strategi perusahaan mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat perlindungan wilayah pesisir.

Program penanaman mangrove di Bangkalan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman semata, tetapi juga mencakup pendampingan nursery atau pembibitan mangrove. 

Melalui pendekatan ini, Avian Brands memastikan keberlanjutan ekosistem yang direhabilitasi dengan melibatkan dan memperkuat kapasitas masyarakat pesisir.

Penanaman Sekaligus Pendampingan Perawatan Mangrove

Pendampingan nursery mangrove dilakukan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam proses pembibitan, penanaman, hingga perawatan tanaman. 

Baca juga: Aksi BATIQA Hotel Darmo Rayakan Hari Lingkungan Hidup, Tanam Mangrove Di Wonorejo

Dengan demikian, sistem konservasi dapat berjalan berkelanjutan dari hulu hingga hilir, sekaligus menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat setempat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan Avian Brands dalam mendukung skema penyerapan karbon (carbon capture) berbasis alam. 

Ekosistem mangrove dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon (blue carbon), sehingga berperan strategis dalam menekan konsentrasi emisi gas rumah kaca.

Melalui rehabilitasi mangrove, perusahaan turut berupaya mengelola dan mengimbangi emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasionalnya.

Upaya ini mencerminkan tanggung jawab korporasi dalam mendukung agenda nasional penurunan emisi karbon serta transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Baca juga: Ambisi Sidoarjo Sulap Pesisir Sedati-Jabon Jadi Wisata Mangrove, Akses Jalan Mulai Dibangun

Dari sisi keanekaragaman hayati, rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir Bangkalan diharapkan mampu menyediakan habitat aman bagi berbagai spesies flora dan fauna.

Mangrove berfungsi sebagai area pemijahan, tempat berlindung, serta sumber pakan alami bagi biota laut dan burung pesisir.

Keberadaan hutan mangrove juga berkontribusi terhadap perlindungan spesies yang masuk dalam daftar terancam punah versi International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. 

Direktur Operasional & Pengembangan PT Avia Avian Tbk, Robert Christian Tanoko, menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved