Senin, 13 April 2026

Berita Viral

Sosok Prof Anhar Gonggong, Sejarawan yang Minta Status WNI Dwi Sasetyaningtyas dan Suami Dicabut

Prof Dr Anhar Gonggong MA, sejarawan yang meminta Dwi Sasetyaningtyas, dicabut kewarganegaraan.

Editor: Musahadah
istimewa/Instagram/BNPT
DICABUT - Sejarawan Prof Anhar Gonggong meminta pemerintah mencabut status kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas imbas polemik tak mau anak jadi WNI. 

Ringkasan Berita:
  • Sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong MA meminta status kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya dicabut.
  • Anhar bahkan menyebut Dwi adalah orang sok pintar yang bodoh. 
  • Menurut Anhar, perilaku Dwi menunjukkan sikap yang tidak bertanggungjawab. 

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Prof Dr Anhar Gonggong MA, sejarawan yang meminta Dwi Sasetyaningtyas, alumni penerima beasiswa (awardee) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dicabut kewarganegaraannya. 

Seperti diketahui, Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan luas setelah membuat konten di media sosial yang memamerkan status kewarganegaraan Inggris, anak keduanya. 

Sambil mememerkan paspor Inggris anaknya, Dwi bahkan menyebut cukup dia saja yang warga negara Indonesia (WNI), anak-anaknya jangan. 

Menanggapi hal ini, Anhar Gonggong mengecam keras sikap tersebut dan meminta tindakan tegas dari pemerintah. 

Anhar mengungkapkan kekecewaannya dalam video yang diunggah di akun Youtube-nya. 

Baca juga: 4 Dampak Ulah Dwi Sasetyaningtyas ke Alumni LPDP Tak Patuh, Diancam Denda, Nama Dibeber di Website

 "Tapi yang betul-betul saya tersinggung sebagai warga negara, semacam penghinaan seakan-akan negara ini tidak punya apa-apa dibanding dengan Inggris. Karena negara ini, negara yang tidak memberikan masa depan, biar saya sendiri saja yang warga negara."

"Padahal, dia mendapatkan posisi dengan itu dengan biaya dari Republik Indonesia. Jadi terbalik pikirannya gitu sebagai dia orang pintar tapi yang bodoh. Orang pintar yang bodoh," katanya seperti dikutip dari YouTubenya yang tayang pada Rabu (25/2/2026). 

Anhar menambahkan, perilaku Dwi menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

"Dia tidak sadar bahwa memperoleh kesempatan tinggal di Inggris sekarang itu karena Republik Indonesia yang memberikan biaya pada dia. Artinya apa? saya meminta pemerintah pecat aja dia sebagai warga negara. Orang seperti ini kita tidak butuhkan."

"Orang yang sok pintar, yang bahkan pintarnya tapi bodoh sebagai warga negara republik indonesia lebih baik dipecat aja lah. Memalukan malah. Betul, dalam arti kata mempermalukan kepada negara bangsa Indonesia seakan bangsa Indonesia ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan Inggris," jelasnya. 

Sejarawan dan akademikus itu menekankan pentingnya loyalitas bagi penerima beasiswa negara.

"Saya meminta sebagai warga negara yang mencintai republik ini, minta agar supaya orang ini dipecat saja sebagai warga negara. Artinya, kewarganegaraannya sekalian dibuang aja dua-duanya suami istri. Kami tidak butuh orang ini kok sepintar apapun kami tidak butuh. Kami butuh orang-orang pintar yang pintar dan mau berbuat baik bagi bangsa dan negara apalagi kalau dia, mendapatkan posisinya itu dengan biaya negara Republik Indonesia," jelasnya. 

Siapakah Anhar Gonggong?

Prof Dr Anhar Gonggong MA merupakan sejarawan kelahiran Pinrang, Sulsel, 14 Agustus 1943.

Anhar kecil tumbuh di tengah pergolakan sejarah bangsa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved