Satu Tahun Pasangan Yes- Dirham Lamongan, Digitalisasi Hingga Program Jamula
Mengalokasikan anggaran signifikan untuk perbaikan puluhan ruas jalan kabupaten pada 2025 dan 2026.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Publik mulai menyoroti sejauh mana realisasi janji kampanye yang dulu disampaikan kepada masyarakat
- Mengalokasikan anggaran signifikan untuk perbaikan puluhan ruas jalan kabupaten pada 2025 dan 2026.
- Program Jalan Mulus Lamongan atau Jamula.
- Faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi kondisi banjir yang sampai saat ini masih menggenang.
SURYA.co.id LAMONGAN – Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan periode 2025-2030 yang dilantik pada 20 Februari 2025.
Dalam momentum satu tahun kepemimpinan ini, publik mulai menyoroti sejauh mana realisasi janji kampanye yang dulu disampaikan kepada masyarakat.
Berikut rangkuman evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mulai dari janji politik, capaian, hingga sejumlah kendala di lapangan.
Capaian Prioritas Selama Setahun
Saat kampanye Pilkada 2024 lalu, pasangan kepala daerah, Yuhronur Efendi dan Dirham Akbar Aksara ini menyampaikan sejumlah prioritas.
Di antaranya, percepatan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten, penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan, pengendalian harga bahan pokok, peningkatan kualitas layanan publik dan reformasi birokrasi,
Baca juga: Banjir Lamongan Belum Surut, Ini Rencana BNPB untuk Atasi Banjir Bengawan Jero
Penanganan Banjir dan Persoalan Lingkungan.
Sejumlah program mulai terlihat direalisasikan dalam tahun pertama.
Di sektor infrastruktur misalnya, Pemkab Lamongan mengalokasikan anggaran signifikan untuk perbaikan puluhan ruas jalan kabupaten pada 2025 dan 2026.
Program ini disebut sebagai bagian dari komitmen mempercepat konektivitas antarwilayah dan pembangunan infrastruktur jalan, yakni program Jalan Mulus Lamongan atau Jamula.
Beberapa ruas jalan dalam kota maupun antar kecamatan mulai dikerjakan bertahap. Pemkab mengklaim percepatan pembangunan menjadi prioritas karena berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
Kemudian dukungan terhadap UMKM agar naik kelas, dilakukan dengan pendampingan legalitas usaha seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pedagang pasar mulai digencarkan agar pelaku usaha kecil lebih mudah mengakses distribusi dan pembiayaan.
Meski sejumlah program telah berjalan, tidak sedikit masyarakat menilai ada target yang belum sepenuhnya tercapai, antara lain penanganan banjir di sejumlah wilayah langganan genangan
Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Hingga Pelosok.
"Pembangunan jalan yang belum tuntas karena terkait dengan keterbatasan anggaran. Pembangunannya akan berkelanjutan, hingga tuntas pada saatnya nanti," kata Kadis Kominfo, Sugeng Widodo, Jumat (20/2/2026).
Beberapa faktor yang menjadi tantangan di tahun pertama antara lain, keterbatasan anggaran daerah, efisiensi belanja pemerintah akibat kebijakan fiskal nasional.
Namun Pemkab tetap bisa ikhtiar dengan mewujudkan pembangunan jalan, secara bertahap. Faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi kondisi banjir yang sampai saat ini masih menggenang.
| Ini Penjelasan Pelatih Madura United Ganti Junior Brandao Ketika Hadapi Dewa United |
|
|---|
| Sosok Cole Tomas Allen, Penembak Jamuan Malam Trump yang Ternyata Ilmuwan Komputer dan Pengajar |
|
|---|
| Sinergi Pendidikan Surabaya Didorong Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan dan Berkarakter |
|
|---|
| Rekrutmen Jemput Bola Sekolah Rakyat, Pakar Pendidikan Unair : Perlu Perbaikan Data |
|
|---|
| Belajar dari Kasus Little Aresha Jogja, Ini 7 Ciri Daycare Berbahaya yang Wajib Diwaspadai Orangtua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/banjir-lamongan-mampu-menyedot-500-liter-air-per-detik-untuk-mengatasi-banjir.jpg)