Berita Viral
Ribut Soal Pengadaan Kapal, Apa Sebenarnya yang Diperdebatkan Menkeu Purbaya dan Trenggono?
Perbedaan data antara Purbaya dan Trenggono soal proyek kapal memicu polemik. Apa dampaknya bagi PNBP perikanan 2026 dan ekspor kelautan?
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- Polemik bermula dari perbedaan data soal realisasi proyek kapal di sektor kelautan.
- Kemenkeu melihat dari sisi anggaran dan pembiayaan, KKP dari sisi teknis dan proses pinjaman UK.
- ‘Perang data’ berpotensi memengaruhi target PNBP perikanan 2026 dan kepastian industri galangan.
- Sikap terbuka mengakui kemungkinan salah data dinilai positif, namun koordinasi internal tetap krusial.
SURYA.co.id – Dalam dunia kebijakan publik, data adalah “senjata”.
Namun, apa jadinya jika dua pejabat tinggi negara memegang senjata dengan angka yang berbeda?
Perbedaan data itulah yang mencuat ke ruang publik dalam polemik antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono terkait proyek pembangunan kapal.
Isu ini bukan sekadar silang pendapat personal, melainkan menyentuh substansi kebijakan sektor kelautan, tata kelola anggaran, hingga efektivitas dorongan ekonomi melalui belanja negara.
Purbaya bahkan membuka ruang kemungkinan dirinya keliru membaca data.
“Oh saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek kan ke galangan, ada enggak yang di-order? Ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan saya enggak tahu. Ya sudah enggak apa-apa,” kata Purbaya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.
Ia juga menyampaikan adanya kesalahan data.
“Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Tapi, sebagian katanya uangnya kata pinjaman. Tapi, pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap saja.”
Di sisi lain, Trenggono menegaskan mekanisme pendanaan berbeda dari yang dipersepsikan publik.
“Saya enggak ngerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman UK, dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” kata Trenggono, dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Perbedaan ini memunculkan pertanyaan lebih besar, apakah yang diperdebatkan sebenarnya menyangkut PNBP perikanan 2026, ekspor kelautan Indonesia, atau sekadar soal mekanisme proyek.
Baca juga: Duduk Perseteruan Menkeu Purbaya Vs Menteri Trenggono Soal Pembelian Kapal, Sampai Disemprit DPR
Mengapa Pejabat Bisa Punya Data Berbeda?
Dalam forum sebelumnya, Purbaya menyampaikan keheranannya karena KKP belum merealisasikan anggaran pembangunan kapal.
“Kan aneh enggak masuk akal. Uangnya sudah saya keluarkan, ordernya enggak ada,” kata Purbaya.
Ia juga mempertanyakan peran pemangku kepentingan lain.
berita viral
Multiangle
Meaningful
Menkeu Purbaya
Wahyu Sakti Trenggono
Purbaya Vs Trenggono
Purbaya Yudhi Sadewa
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Rekam Jejak Wiranto, Eks Panglima ABRI yang Kini Gabung Partai Rakyat Indonesia, Jabatan Mentereng |
|
|---|
| Prabowo Mau MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, Apa Saja Kriteria Penerimanya? Begini Usulan Pengamat |
|
|---|
| Imbas Kasus Siswi di Langkat Jadi Tersangka Usai Bela Ayahnya, DPR Geram: Cuma Gara-gara Menggigit |
|
|---|
| Tak Terima Diragukan Roy Suryo Cs, Relawan Jokowi Sebut SP3 Rismon Segera Terbit: Efeknya Luar Biasa |
|
|---|
| Duduk Perkara Supriadi Napi Korupsi Rp 233 Miliar Berkeliaran di Kedai Kopi, Ternyata Eks Pejabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Ribut-Data-Pengadaan-Kapal-Apa-Sebenarnya-yang-Diperdebatkan-Menkeu-Purbaya-dan-Trenggono.jpg)