Rabu, 13 Mei 2026

Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Di Selat Bali, Lambung, Anjungan dan 3 Truk Terangkat

Mekanisme pengangkatan, bangkai kapal dan kendaraan diangkat menggunakan cakar dari crane yang ada di atas tongkang

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
PENGANGKATAN BANGKAI - Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dan kendaraan yang ikut tenggelam. Pengangkatan telah berlangsung sepekan.(foto/PT Buto) 

Ringkasan Berita:
  • Pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dilakukan oleh PT Buto, perusahaan pekerjaan bawah air
  • Kondisi seluruh komponen kapal dan kendaraan yang terangkat dari dasar laut sudah dalam keadaan tak utuh.
  • Sementara truk yang terangkat hanya menyisakan kerangka dan sedikit bagian lainnya.
 

SURYA.co.id BANYUWANGI - Pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali telah berlangsung sepekan. Beberapa bagian kapal dan kendaraan telah terangkat.

Pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dilakukan oleh PT Buto, perusahaan pekerjaan bawah air yang ditunjuk oleh pihak asuransi. Pengangkatan dimulai sejak Senin (26/1/2027).

Untuk pengangkatan, PT Buto mendatangkan tongkang bercakar Pioner 88. Tongkang tersebut yang bekerja mengangkat bangkai KMP Tunu hingga tuntas.

Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra, mengatakan, beberapa bagian kapal telah diangkat ke atas tongkang sejak awal pengangkatan.

"Yang sudah diangkat adalah lambung kapal bagian kamar mesin dan anjungan tempat mobil," kata Jonathan, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Satu Jenazah Ditemukan Saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

Selain itu, tiga kendaraan jenis truk juga telah diangkat dari dasar laut.

Kondisi Tak Utuh

Kondisi seluruh komponen kapal dan kendaraan yang terangkat dari dasar laut sudah dalam keadaan tak utuh. Mayoritas bodi kapal terangkat dalam bentuk serpihan-serpihan besi besar. Sementara truk yang terangkat hanya menyisakan kerangka dan sedikit bagian lainnya.

Dalam mekanisme pengangkatan, bangkai kapal dan kendaraan diangkat menggunakan cakar dari crane yang ada di atas tongkang. Bangkai yang telah terangkat langsung ditaruh di atas tongkang.

"Estimasi kami, luasan yang ada di atas tongkang cukup untuk menampung seluruh bangkai kapal," kata dia.

Dikumpulkan Di Kapal Tongkang

Dengan demikian, bangkai-bangkai kapal dan kendaraan tak perlu dikumpulkan di daratan.

Di sisi lain, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi resmi menerbitkan Notice to Marine terkait kegiatan pekerjaan bawah air di lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.

Baca juga: Operasi Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya: Kapal Crane Pioner 88 Siaga di Selat Bali

Pemberitahuan ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pelayaran sekaligus mendukung kelancaran proses evakuasi bangkai kapal.

Pemberitahuan tersebut tertuang dalam Notice to Marine Nomor PG-KSOP.TG.WI.2 Tahun 2026 tertanggal 29 Januari 2026.

KSOP Tanjung Wangi menginformasikan bahwa pekerjaan scraping bawah air tengah berlangsung di titik koordinat 08°09’33,11” Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, KSOP menetapkan area terbatas yang tidak boleh dilintasi kapal selama pekerjaan berlangsung. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved