Senin, 4 Mei 2026

Daftar 12 Titik Rawan Macet Di Jawa Timur Saat Lonjakan Mobilitas Libur Nataru 2025

Destinasi wisata menjadi perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
surya.co.id/dya ayu
RAWAN MACET - Selama masa Nataru jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi publik diperkirakan naik hingga 17 persen. Dinas Perhubungan Provinsi Jatim mengantisipasi potensi kemacetan di 12 titik lokasi, salah satu titik kemacetan adalah di Kota Wisata Batu, Rabu (24/12/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Secara nasional pergerakan masyarakat pada periode Nataru 2025 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen. 
  • Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi, terutama dari sisi arus masuk.
  • Selama masa Nataru yang berlangsung selama 18 hari, jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi publik diperkirakan naik hingga 17 persen.

 

SURYA.co.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim memastikan kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, Rabu (24/12/2025).

Berbagai skema operasi transportasi telah dimatangkan, mulai dari kesiapan armada, personel, hingga pengawasan keselamatan di titik-titik rawan pergerakan.

Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengungkapkan secara nasional pergerakan masyarakat pada periode Nataru 2025 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen. 

Sementara itu, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi, terutama dari sisi arus masuk.

“Kalau dilihat dari pergerakan masyarakat, yang keluar dari Jawa Timur itu sekitar 14 sekian juta orang, sedangkan yang masuk ke Jawa Timur sekitar 16 sekian juta. Artinya, arus masuk ke Jatim lebih besar,” kata Nyono.

Baca juga: 13 Masjid di Jalur Pantura Tuban Jadi Rest Area Pemudik Selama Libur Nataru

Peningkatan Pengguna Angkutan Umum

Tak hanya pergerakan secara umum, Dishub Jatim juga mencatat peningkatan signifikan pada penggunaan angkutan umum.

Selama masa Nataru yang berlangsung selama 18 hari, jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi publik diperkirakan naik hingga 17 persen.

“Ini khusus yang menggunakan angkutan umum. Kalau pergerakan masyarakat kan ada yang pakai kendaraan pribadi, tapi yang angkutan umum saja itu naik 17 persen,” ujarnya.

Dari sisi jumlah penumpang, bus masih menjadi moda favorit masyarakat.

Dishub Jatim memproyeksikan penumpang bus mencapai sekitar 3,3 hingga 3,6 juta orang.

Baca juga: 10 Hari Posko Nataru, Bandara Juanda Surabaya Telah Layani 430.540 Penumpang

Sementara angkutan kereta api diperkirakan melayani lebih dari 3,2 juta penumpang.

Moda transportasi lainnya seperti angkutan penyeberangan, angkutan udara, dan angkutan laut juga mengalami peningkatan seiring dengan tingginya aktivitas libur akhir tahun.

Untuk mendukung kelancaran tersebut, Dishub Jatim telah menyiapkan ribuan armada lintas moda.

Sekitar 6.300 unit bus disiagakan untuk melayani pergerakan darat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved