Senin, 1 Juni 2026

Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut di Sungai

Sosok 5 Mahasiswa UIN Walisongo yang Tewas Hanyut di Sungai Genting, Ada dari Gresik dan Jepara

Inilah sosok lima mahasiswa UIN Semarang yang tewas usai hanyut di Sungai Genting, Kendal, Jawa Tengah.

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase tribun jateng
TEWAS - Jasad 5 mahasiswa UIN Walisongo, Semarang yang tewas hanyhut di Sungai Genting, Kendal saat KKN pada Selasa (4/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • 15 Mahasiswa UIN Walisongo Semarang diterjang banjir bandang saat bermain air di Sungai Genting, Kendal, pada Selasa (4/11/2025)
  • Sembilan mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, sementara 6 lainnya hanyut. 
  • Tiga mahasiswa ditemukan tewas di hari kejadian, Selasa (4/11/2025), sementara dua lainnya ditemukan tewas sehari setelahnya, Rabu (5/11/2025). 
  • Hingga kini tim SAR masih mencari keberadaan satu mahasiswa yang hanyut lainnya.   

 

SURYA.CO.ID I KENDAL - Inilah sosok lima mahasiswa UIN Semarang yang tewas usai hanyut di Sungai Genting, Kendal, Jawa Tengah pada Selasa (4/11/2025). 

Mereka adalah M Labib Rizqi, Riska Amelia, dan Syifa Nadilah, Muhammad Jibril Asyrafi dan Bina Pranawira. 

Jenazah M Labib Rizk8i, Riska dan Syifa langsung ditemukan setelah kejadian. 

Sementara jenazah Muhammad Jibril Asyrafi dan Bima Pranawira baru ditemukan Rabu (5/11/2025) pagi. 

Kepala Basarnas Semarang, Budiono mengatakan Bima ditemukan pukul 08:12 WIB di Kedung Mlantingan atau berjarak sekitar 150 meter dari lokasi kejadian. 

Baca juga: BREAKING NEWS Perangkat Desa Tewas Dibacok di Kerek Tuban, Diduga Terkait Asmara

Tak berselang lama, pada pukul 09:20 WIB, korban selanjutnya yakni Jibril ditemukan di Karet Bulu Sawah Jolinggo atau berjarak 3,5 kilometer dari lokasi kejadian.

"Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Singorojo," tuturnya.

Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono mengatakan jenazah Jibril sempat dibawa ke Puskesmas Singorojo namun langsung diteruskan ke RSUD Soewondo Kendal.

Dia mengungkapkan, pencarian terkendala medan yang cukup ekstrem. Sehingga dilakukan penyisiran melalui jalur darat di sekitar sungai.

Dalam operasi kali ini, pihaknya menerjunkan 4 Sru dengan total 120 personel gabungan.

"Kendala kesulitan karena tim SAR harus menempuh medan yang luas dengan bebatuan sehingga tim melakukan pencarian dari sisir darat," tuturnya.

Saat ini, tim SAR masih terus melakukan pencarian untuk 1 korban yang belum ditemukan, yakni Nabila Yulian Dessi Pramesti (21), mahasiswa Hukum Keluarga Islam asal Desa Majasari RT 11 RW 2 Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. 

"Total ada 5 yang sudah ditemukan, masih kurang 1 yakni Nabila," imbuhnya.

Nahas itu terjadi saat 15 mahasiswa UIN Walisongo, termasuk 5 korban tewas ini tengah bearda di aliran sungai pada Selasa (4/11/2025) siang.

Mereka yang semuanya adalah mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) bermaksud bermain di sungai itu. 

Tiba-tiba sungai itu berubah menjadi banjir bandang, yang bersamaan hujan deras di wilayah hulu.

Enam mahasiswa pun hanyut terbawa derasnya aliran air sungai, yang lokasinya berada di sekitar Wisata Tubing Genting, Dusun Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Sedangkan sembilan lainnya berhasil menyelamatkan diri. 

Mendapati adanya korban hanyut, beberapa warga lantas menyisir tepian sungai, sebagian lainnya melaporkan peristiwa tersebut ke petugas terkait.

Hasilnya, hingga Selasa (4/11/2025) petang, tiga mahasiswa ditemukan meninggal, sedangkan tiga lainnya belum ditemukan.

Selama KKN, mereka tinggal di Posko Jolinggo Desa Getas.

Nafis Akmala, warga setempat mengakui banjir bandang di sungai itu memang kerap terjadi, terutama jika daerah atas hujan deras.

"Kami tahu langit saat itu di wilayah atas gelap dan diduga sedang hujan deras," sambungnya.

Berdasar kabar yang diperolehnya, kata Nafis, para mahasiswa itu datang ke lokasi memang dalam rangka senang-senang, bukan kegiatan resmi.

Oleh karena itu, tidak ada pengawasan dari pihak pengelola wisata. Selain itu, mereka juga tidak mengenakan pelampung. 

Sampai saat ini, pencarian masih dilakukan untuk menemukan satu mahasiswa yang hanyut. 

Sosok 5 Korban Tewas

HANYUT - Tiga mahasiswa UIN Walisongo yang tewas usai hanyut di Sungai Genting, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2025).
HANYUT - Tiga mahasiswa UIN Walisongo yang tewas usai hanyut di Sungai Genting, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2025). (tribun jateng)

Korban pertama, Syifa Nadilah adalah mahasiswi Program Studi Hukum KeIuarga Islam (Prodi HKI) UIN Walisongo Semarang

Syifa Nadilah berasal dari Dusun Gombong, Desa Warungpring, Pemalang Jawa Tengah.

Sama dengan Syifa, korban tewas lainnya, Riska Amelia berasal dari Prodi Hukum Keluarga Islam. 

Riska juga berasal dari Pemalang, seperti Syifa.

Sementara M Labib Rizki adalah mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam. Dia berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Sedangkan Bima Pranawira mahasiswa Pendidikan Fisika asal Sungonlegowo RT 2 RW 1 Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik.

Dan, Muhammad Jibril Asyrafi, mahasiswa Pendidikan Matematika asal Desa Krapyak RT 6 RW 9 Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.

Pantauan wartawan Tribun Jateng di rumah Muhammad Jibril Asyrafi, tampak sepi.

Ibunda Jibril, Siti Zubaidah, sudah berangkat ke Kendal sejak malam tadi bersama beberapa anggota keluarga.

“Ibunya dapat kabar sore-sore dari Semarang. Habis magrib baru berangkat ke sana,” kata Yusuf Muhammad Bahtiar (16), keponakan Jibril, saat ditemui di rumahnya, Rabu (5/11/2025)

Yusuf menceritakan, terakhir kali bertemu dengan Jibril sekitar sebulan lalu. 

Saat itu, pemuda berwajah teduh itu pulang ke rumah untuk menjenguk ibunya dan membantu berjualan sembako.

“Orangnya lembut, kalem. Sama orang tua itu sopan sekali,” ungkapnya.

Jibril merupakan anak bungsu dari pasangan almarhum Muhammad Taufik dan Siti Zubaidah. 

Ayahnya meninggal sekitar satu tahun lalu. 

Ia juga memiliki seorang kakak perempuan, Syafira Unsa, yang kini sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sejak sang ayah tiada, Jibril menjadi sandaran ibunya. 

Ia kerap pulang dari Semarang hanya untuk menemani dan membantu usaha kecil keluarga.

“Meski jarang ngobrol, tapi kalau libur pasti pulang,” kata Yusuf.

Kini, rumah tempat Jibril tumbuh besar itu tampak sunyi. 

Hanya bener usaha toko sembako di depan rumah yang menandakan tempat itu masih berpenghuni.

Jibril dikenal masyarakat sekitar sebagai anak yang baik dan santun. 

Seorang tetangga yang enggan disebut namanya bahkan menyebutnya 'kayak kiai muda' karena tutur katanya yang halus dan selalu membantu warga sekitar.

“Kalau pulang, sering bantu ibunya jualan sembako. Ibunya jualan di rumah. Anaknya itu nggak pernah neko-neko,” ujar sang tetangga.

Rektor UIN Walisongo Ucap Duka

Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Nizar menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa mahasiswanya. 

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa mahasiswa UIN Walisongo di Kendal. Atas nama universitas, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata Prof Nizar. 

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk mendukung upaya pencarian serta mendampingi keluarga mahasiswa di lokasi,” lanjutnya.

Nizar menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya tiga mahasiswa dalam musibah tersebut.

“Kami memanjatkan doa agar tiga mahasiswa lainnya segera ditemukan dalam keadaan terbaik," jelasnya.

Prof Nizar menegaskan, pihak universitas akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan KKN, terutama terkait keamanan, mitigasi risiko, hingga pengawasan kegiatan lapangan.

“Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama,” kata Prof Nizar. 

“KKN adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, namun harus selalu dijalankan dengan kesiapsiagaan dan pertimbangan keselamatan yang matang,” tandasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, kata Prof Nizar, UIN Walisongo Semarang telah mengambil beberapa langkah.

Tim pendamping universitas dan dosen pembimbing KKN melakukan pendampingan terhadap keluarga korban dan membantu proses pencarian di Kendal.

Selain itu, UIN Walisongo juga berkoordinasi dengan BPBD, Kantor SAR Semarang, dan aparat setempat dalam proses pencarian serta menyediakan layanan konseling dan dukungan spiritual bagi mahasiswa dan keluarga yang terdampak.

“Kami juga melakukan evaluasi dan penguatan sistem keamanan kegiatan KKN di seluruh lokasi penugasan,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari yang mendengar peristiwa nahas itu langsung menuju Puskesmas Singorojo 1 untuk koordinasi dan melihat jenazah mahasiswa UIN Walisongo yang telah ditemukan.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk dilakukan penjemputan bersama keluarga. 

Tika, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya ikut berduka cita atas musibah yang menimpa mahasiswa KKN tersebut.

"Kami Pemkab Kendal ikut berduka cita atas musibah yang menimpa mahasiswa KKN ini. Untuk keluarga korban tadi sudah dihubungi," tutur Tika.

Dia menuturkan, pencarian hingga Selasa (4/11/2025) sore belum membuahkan hasil maksimal.

Oleh karena itu, pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (5/11/2025) mulai pukul 07.00.

"Tentunya dari kami (Pemkab Kendal—Red) akan tetap memantau,” kata Tika. 

“Semoga para korban yang belum ditemukan segera bisa dievakuasi," imbuhnya. (F Ariel Setiaputra/Agus Salim Irsyadullah)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul INFO Lengkap Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Singorojo Kendal: 3 Belum Ditemukan

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved