Kamis, 28 Mei 2026

Berita Viral

Sosok Sekda Lebak yang Tanggapi Isu HRD Perusahaan Tolak Lulusan SMAN 1 Cimarga: Tak Boleh Begitu

Inilah sosok Sekda Kabupaten Lebak, Budi Santoso, yang tanggapi isu banyak HRD perusahaan tolak lulusan SMAN 1 Cimarga.

Tayang:
lebakkab.go.id
DITOLAK HRD - Sekda Kabupaten Lebak Budi Santoso. Ia Tanggapi Isu HRD Perusahaan Tolak Lulusan SMAN 1 Cimarga. 

SURYA.co.id - Inilah sosok Sekda Kabupaten Lebak, Budi Santoso, yang tanggapi isu banyak HRD perusahaan tolak lulusan SMAN 1 Cimarga.

Meski persoalan antara Kepala Sekolah dan siswa yang sempat ditampar karena ketahuan merokok di SMAN 1 Cimarga sudah diselesaikan secara damai, situasi di sekolah tersebut belum sepenuhnya tenang. Kini muncul kabar baru yang tak kalah menghebohkan.

Belakangan, beredar isu bahwa lulusan SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, akan dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist) oleh sejumlah perusahaan.

Isu ini mencuat setelah ratusan pelajar melakukan aksi mogok sekolah pada 13–14 Oktober 2025 lalu, buntut dari kejadian sebelumnya.

Menanggapi rumor tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso, buka suara.

Ia mengingatkan agar pihak perusahaan, terutama bagian HRD, tidak mengambil langkah tergesa-gesa hanya karena terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Tidak boleh begitu, yang namanya orang tidak selamanya begitu. Dan melihat kasus ini harus holistik dong,” ujar Budi Santoso, Jumat (17/10/2025), dikutip dari Tribun Banten.

Budi menjelaskan, tidak semua siswa di SMAN 1 Cimarga terlibat dalam aksi itu.

Karena itu, menurutnya tidak adil jika seluruh alumni sekolah tersebut dipukul rata dan dianggap memiliki perilaku negatif.

“Bukan karena anaknya, mungkin ada masalah lain kan, tapi anak-anak harus kita selamatkan, mungkin mereka ikut-ikutan. Masa kita tidak tega,” tambahnya.

Baca juga: Benarkah Kini Lulusan SMAN 1 Cimarga Masuk Blacklist Imbas Kasek Tampar Siswa? Sekda Lebak Bereaksi

Ia juga menegaskan pentingnya kedewasaan dan pemahaman menyeluruh dari semua pihak agar tidak tercipta stigma buruk yang bisa merugikan masa depan siswa.

“Jadi harus paham semua, dan harus dewasa semua melihat persoalan ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Budi mengingatkan bahwa perusahaan seharusnya tetap berpegang pada prinsip profesionalisme dalam proses rekrutmen.

“Harus profesional lah, kan mau kerja biasa di tes,” katanya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan ajakan agar seluruh pihak berhenti saling menyalahkan dan fokus pada upaya memperbaiki situasi pascainsiden.

“Jangan saling menyalahkan. Yang jelas masalah ini tidak berakhir damai saja, tapi harus kita pulihkan semuanya juga,” tutupnya.

Sosok Sekda Lebak Budi Santoso

Budi Santoso adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Sosoknya dikenal sebagai birokrat yang disiplin, tegas, dan berpengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

Dengan latar belakang pendidikan administrasi pemerintahan dan gelar A.P., M.Si., Budi Santoso telah lama berkecimpung di dunia birokrasi hingga kini memegang jabatan tertinggi di lingkungan aparatur sipil Pemkab Lebak.

Sebagai Sekda, Budi Santoso bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh perangkat daerah agar program pembangunan berjalan sesuai visi dan misi kepala daerah.

Ia dikenal mendorong terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien.

Dalam berbagai kesempatan, ia mengingatkan para ASN untuk meningkatkan kinerja dan disiplin kerja. Baginya, aparatur bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga pelayan masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, sejumlah langkah inovatif lahir, seperti peluncuran Etalase Katalog Lokal Kabupaten Lebak yang membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Budi Santoso percaya bahwa pembangunan tidak hanya soal anggaran, tetapi juga tentang pemerataan ekonomi dan pemberdayaan warga lokal.

Selain fokus pada reformasi birokrasi, Budi Santoso juga aktif mengawal berbagai program sosial.

Ia terlibat langsung dalam upaya penanganan stunting, dengan target mengatasi ribuan kasus anak penderita stunting di Lebak.

Ia juga memastikan bantuan sosial, termasuk BLT bagi masyarakat terdampak kebijakan BBM, tersalurkan dengan tepat sasaran.

Sikapnya yang tenang dan rendah hati membuatnya disegani banyak pihak. Ia sering turun langsung dalam kegiatan kedinasan, termasuk saat menyerahkan SK purna tugas kepada pegawai negeri yang telah menyelesaikan masa pengabdian.

Bagi Budi Santoso, menghargai kerja keras dan loyalitas ASN adalah bagian penting dari budaya birokrasi yang sehat.

Kini, di tengah tantangan era digital dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik, Budi Santoso terus mendorong aparatur pemerintah daerah agar beradaptasi dan bekerja lebih profesional.

Ia ingin menjadikan Kabupaten Lebak sebagai contoh daerah yang maju, terbuka, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

su blacklist lulusan SMAN 1 Cimarga menjadi contoh betapa cepatnya opini publik bisa terbentuk tanpa dasar kuat. Dalam dunia kerja, label buruk seperti ini bisa mengancam masa depan generasi muda hanya karena satu insiden.

Pandangan Sekda Lebak patut diapresiasi karena menekankan sisi kemanusiaan dan keadilan. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang pembinaan, bukan hukuman sosial.

Perusahaan pun semestinya berfokus pada kompetensi, bukan stigma. Semoga kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kebijaksanaan dalam merespons isu publik.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Sumber: Tribun banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved