Sabtu, 2 Mei 2026

Bos Shell Blak blakan Stok BBM, Tinggal 5 SPBU Besok Malam Habis

Dari 200 SPBU Shell yang tersebar di Pulau Jawa, hampir seluruhnya sudah kehabisan stok BBM jenis bensin sejak Agustus lalu.

Tayang:
Editor: Wiwit Purwanto
SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
BBM KOSONG - SPBU Shell di Surabaya, Jawa TImur, tampak sepi dan tidak melayani pengisian BBM sejak lebih dari 10 hari terakhir, Senin (22/9/2025), sejumlah SPBU swasta kehabisan stok dalam beberapa pekan terakhir. 

 


SURYA.co.id - President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian blak blakan mengeni kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Shell di Indonesia.

Ia mengungkap dari 200 SPBU Shell yang tersebar di Pulau Jawa, hampir seluruhnya sudah kehabisan stok BBM jenis bensin sejak Agustus lalu.

Hal itu dia sampaikan saat rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

"Kalau dilihat sampai saat ini kami hanya menjual diesel, tetapi kalau untuk BBM jenis bensin bisa dikatakan hampir seluruh dari SPBU kami sudah mengalami situasi stock out," kata Ingrid mengutip Tribunnews.com

Ingrid menegaskan terkini hanya tersisa sekitar 5 SPBU Shell yang masih menjual BBM bensin.

Baca juga: Stok BBM di SPBU Swasta Surabaya Kosong, Kini Hanya Sediakan Jajanan Ringan dan Oli

"Saat ini yang ada mungkin tidak ada sampai 10, hanya sekitar 5 SPBU yang kalau kami melihat besok malam mungkin juga sudah habis," ujar Ingrid.

"Jadi, memang kami benar-benar mengalami stock out, kelangkaan, untuk BBM jenis bensin," jelasnya.

Situasi tersebut sebenaranya sudah coba Shell antisipasi. Ia mengatakan telah mengajukan permohonan kuota impor tambahan ke Kementerian ESDM sejak Juni 2025.

Permohonan itu diajukan karena mereka melihat adanya kenaikan permintaan terhadap BBM mereka.

Namun, Shell baru menerima tanggapan resmi melalui surat Wakil Menteri ESDM pada 17 Juli 2025.

Baca juga: SPBU Swasta di Mojokerto Sebut Stok BBM Tersisa Hingga Akhir September 2025

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa ada pembatasan kegiatan impor.

"Surat tersebut mengatakan bahwa impor saat ini dibatasi hanya 10 persen di atas penjualan dari tahun 2024," ucap Ingrid.

Menindaklanjuti hal tersebut, Shell melakukan serangkaian rapat koordinasi dengan Kementerian ESDM.

Koordinasi itu juga termasuk pertemuan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 19 September.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved