Minggu, 12 April 2026

Menabung Emas, Menjemput Masa Depan Tanpa Cemas

Tabungan emas salah satu program di Pegadaian yang berjalan sejak 2015. Program ini memungkinkan sebagian besar masyarakat bisa memiliki emas

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
Foto: Surya.co.id/Aflahul Abidin
EMAS DIGITAL - Muhammad Ikwan (26) menunjukkan aplikasi Pegadaian Digital di telepon genggam, Senin (29/9). Menabung emas menjadi salah satu pilihan warga untuk tabungan masa depan. 

SURYA.co.id - Menyiapkan masa depan adalah hal penting yang harus dilakukan dari sekarang. Agar kita – mengutip puisi berjudul “Tiada yang Lebih Aman” karya Ajip Rosidi – “lebih tenang menghadapi masa datang, yang ‘kan segera jadi sekarang”.

ANI Rahayu (37) bersantai di depan rumahnya di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (28/9/2025). Tepat di halaman rumahnya, toko kelontong kecil yang menjual berbagai macam kebutuhan dapur dan rumah tangga sudah dibuka.

Sambil menunggu pembeli, Ani memandang telepon pintarnya. Iseng, ia membuka aplikasi Pegadaian Digital untuk melihat saldo tabungan emas yang sudah ia miliki sejak tiga tahun terakhir.

Senyum tipis mencuat saat melihat ternyata saldo sabungan emas sudah lumayan: 23,9 gram.

Dengan harga jual emas di aplikasi Pegadaian saat itu senilai Rp 2,03 juta, emas simpanan Ani setara dengan Rp 48,5 juta.

Baca juga: Untung Terus! Beli SBR013 di BRImo, Bonus Tabungan Emas di Tangan

“Sudah lumayan banget. Saya pertama dulu menabung harganya masih murah. Saya kalau menabung, datang langsung ke kantor cabang karena uang simpanan saya adanya cash. Tapi saya tetap pakai aplikasi untuk mengecek saja,” kata Ani.

Ani ingat saat ia menabung emas beberapa waktu lalu. Ia  datang ke Kantor Cabang Pegadaian di Jalan RA Kartini, Banyuwangi Kota yang jarak dari rumahnya sekitar 4 kilometer (km). Ia menyetorkan uang Rp 2,1 juta untuk disimpan dalam tabungan emas.

Tabungan emas merupakan salah satu program di Pegadaian yang telah berjalan sejak 2015. Program ini memungkinkan sebagian besar masyarakat bisa memiliki emas sebab besaran nilai tabungan dimulai dari Rp 10.000. 

Selain menabung, nasabah juga bisa membeli emas secara dicicil hingga menggadaikan emas tabungannya. Jika tabungannya sudah cukup, mereka juga bisa mencetak emas di Pegadaian.

Di kantor cabang saat itu, uang yang disetor Ani langsung dikonversi menjadi emas. Saldo di rekening tabungan pun otomatis bertambah.

Baca juga: Galeri 24 Pegadaian Dipenuhi Konsumen yang Beli Berbagai Produk Emas Usai Libur Lebaran 2025

“Akhir-akhir ini sering saya cek saldo di aplikasi karena harga emas kan lagi bagus," seloroh Ani.

Ani dan suaminya, Hujaini, seorang pekerja swasta, bersepakat untuk mulai berinvestasi sejak anak bungsu belum bersekolah -- mereka memiliki dua putra yang saat ini bersekolah masing-masing di kelas I dan V sekolah dasar. 

Ani bercita-cita, tabungan emas ini akan menjadi jalan mudah bagi anak-anaknya untuk bersekolah ke jenjang setinggi-tingginya.

"Saya percaya dengan ilmu yang banyak, kehidupan anak-anak saya ke depan akan jauh lebih baik," ujarnya.

Maka saat itu, sejoli tersebut mencoba mencari instrumen investasi yang cocok. Mereka tahu ada instrumen investasi berupa saham dan reksadana. Tapi bagi mereka, investasi itu terlalu rumit dan berisiko.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved