Berita Viral

Respons Adem Ayah Affan Driver Ojol Dilindas Rantis Brimob, Tak Mau Semua Polisi Jadi Korban

Meski telah kehilangan anaknya, ayah Affan Kurniawan, Zulkifli, tetap memandang bijak permasalahan ini. Tak mau semua polisi jadi korban.

Kolase tribunnews
BIJAK - Kolase foto Affan Kurniawan (kiri) dan ayahnya, Zulkifli (kanan). Begini Respons Bijak Ayah Affan Driver Ojol Dilindas Rantis Brimob. 

Karim mengatakan, ada dua anggota Brimob yang duduk di bagian depan kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Sisanya berada di kursi belakang. 

"Hasil identifikasi yang kami dapatkan, yaitu ditemukan dua orang yang duduk di depan, termasuk pengemudi. Dan, lima orang lain dalam posisi duduk di belakang."

"Ada pun pengemudi adalah Bripka R, sedangkan yang duduk di sebelahnya adalah Kompol C. Sedangkan, yang duduk di belakang yaitu Aipda M, Briptu D, Baraka J, Baraka Y," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari tayangan Liputan6 SCTV.

Ketujuh orang tersebut dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus ini. 

"Bahwa terhadap tujuh orang terduga pelanggar, kami pastikan bahwa terduga pelanggar telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian. 

"Oleh karena itu, kami menyikapi rekomendasi berikutnya yaitu mulai hari ini kami melakukan penempatan khusus atau patsus di Divpropam Polri selama 20 hari terhadap 7 orang terduga pelanggar," imbuhnya.

Kasus ini berawal dari aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat yang memanas, hingga terjadi insiden kendaraan taktis Brimob (rantis barakuda) melindas seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan.

Baca juga: Rekam Jejak Brigjen Muhammad Nas yang Turun Tangan Tenangkan Massa Ojol, Mentereng di Kostrad

Affan kemudian dinyatakan meninggal dunia, dan peristiwa tersebut memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat, terutama komunitas ojol.

Kasus meninggalnya Affan Kurniawan jelas meninggalkan luka yang dalam, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi publik yang mengikuti peristiwa ini.

Namun, dari tragedi ini, kita bisa belajar banyak dari sikap sang ayah, Zulkifli.

Dalam kondisi yang bagi kebanyakan orang akan menimbulkan amarah luar biasa, ia justru memilih jalan yang tenang.

Alih-alih menyamaratakan kesalahan kepada seluruh aparat kepolisian, Zulkifli dengan tegas mengatakan bahwa yang salah harus ditindak, sementara yang tidak bersalah tidak pantas menjadi korban.

Sikap ini terasa seperti oase di tengah riuh tuntutan publik, yang sering kali meluas menjadi sentimen anti-institusi.

Di sinilah letak kebesaran hati seorang ayah. Duka yang dialaminya tak menggerus kejernihan pikirannya untuk tetap menuntut keadilan, bukan balas dendam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved