Selasa, 12 Mei 2026

Kronologi Penjaga Perumahan di Malang Tewas Usai Duel Melawan Pencuri

Kronologi satpam perumahan di Cemorokandang, Kota Malang, tewas usai duel melawan pencuri material bangunan. Polisi kini memburu pelaku

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya

Ringkasan Berita:
  • Satpam tewas ditusuk saat kejar pencuri di Malang.
  • Korban duel melawan dua pelaku di bawah flyover.
  • Polisi buru pelaku dan telusuri rekaman CCTV.

 

SURYA.CO.ID - Seorang petugas keamanan (satpam) perumahan di kawasan Cemorokandang, Kota Malang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah terlibat duel sengit dengan kawanan pencuri.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban yang diketahui bernama Matsuhadi ini tewas akibat luka tusuk di bagian perut.

Baca juga: Cuaca Surabaya Hari Ini Selasa 12 Mei 2026: Pagi Teduh, Siang Terik hingga 35 Derajat

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini bermula saat Matsuhadi mendapatkan laporan dari warga mengenai adanya dua orang mencurigakan.

Mereka membawa material bangunan berupa kusen jendela dan seng galvalum dari salah satu rumah di perumahan tersebut.

"Yang tahu Umi (Ibu), itu bilang sama Bapak kalau ada orang bawa kusen, takutnya perumahan belakang yang kebobolan," cerita Harianto, anak korban.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Matsuhadi segera melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Terus Bapak ambil senter, lihat ke perumahan belakang, ternyata kebobolan bener. Di situlah terjadi pengejaran. Pengejarannya juga sama saya, tapi saya ke arah perkebunan, Bapak saya suruh ke arah jalan raya. Bapak mungkin punya feeling, Bapak langsung ke arah Madyopuro," kata Harianto.

Dia berhasil menyusul para pelaku di bawah jembatan layang (flyover) Cemorokandang. Di lokasi itulah terjadi perkelahian antara korban dan dua orang pencuri tersebut.

Matsuhadi yang hanya bersenjatakan sebuah senter berusaha melawan, namun salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam sejenis pisau dan menusuk perut korban. Setelah menusuk korban, para pelaku langsung melarikan diri.

"Kata saksi, (saat itu) pelaku sedang membenarkan talinya. Nah di situ Bapak mukul pelaku pakai senter. Bapak langsung dibacok gitu sama senjata tajam, terus berkelahi, Bapak ditusuk. Baru setelah ditusuk itu Bapak bilang kalau itu pencuri," tambah Harianto.

Sempat Menjalani Operasi

Dalam kondisi terluka parah, korban sempat dibawa ke rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi kejadian sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Meskipun tim medis telah berupaya melakukan tindakan operasi, nyawa Matsuhadi tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Sosok Pekerja Keras

Harianto, anak korban, mengenang ayahnya sebagai sosok yang pendiam dan sangat pekerja keras.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved