Sabtu, 30 Mei 2026

Amalan Islam

Hukum Puasa Setelah Idul Adha: Mengapa Hari Tasyrik Diharamkan Berpuasa?

Penasaran dengan hukum puasa setelah Idul Adha? Simak alasan mengapa umat Muslim diharamkan berpuasa pada Hari Tasyrik menurut hadis sahih.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Canva.com
DILARANG PUASA - Umat Islam diharamkan berpuasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik). Rasulullah SAW menyebut hari-hari ini sebagai waktu untuk makan, minum, dan berzikir. 

Ringkasan Berita:
  • Berpuasa pada Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) hukumnya haram dan tidak sah.
  • Hal ini berlaku baik untuk puasa sunah maupun puasa wajib/qadha.
  • ​Larangan ini berlaku karena Hari Tasyrik merupakan momen bagi umat Islam untuk menikmati jamuan serta rezeki daging kurban dari Allah SWT.

 

SURYA.CO.ID - Mengetahui hukum puasa setelah Idul Adha merupakan hal yang sangat penting bagi umat Muslim.

Berbeda dengan hari-hari biasa di mana ibadah puasa sunah sangat dianjurkan, umat Islam justru dilarang dan diharamkan berpuasa pada hari-hari tertentu setelah Lebaran Kurban.

Mengapa diharamkan berpuasa dan apa landasan hukumnya?

Baca juga: Hari Tasyrik Idul Adha 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal dan Amalan yang Dianjurkan 

Memahami Hukum Puasa Setelah Idul Adha

Dalam kalender Hijriah, setelah hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), umat Muslim akan memasuki waktu yang disebut sebagai Hari Tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Hukum berpuasa pada ketiga hari tersebut adalah haram dan tidak sah.

Larangan ini berlaku untuk semua jenis puasa, termasuk puasa sunah Senin-Kamis, puasa Daud, hingga puasa wajib seperti qadha Ramadan atau puasa nazar.

Mengapa Hari Tasyrik Diharamkan Berpuasa?

Alasan utama mengapa Hari Tasyrik diharamkan berpuasa adalah karena hari-hari tersebut merupakan waktu bagi umat Islam untuk merayakan nikmat Allah SWT berupa jamuan makan dan minum dari hewan kurban.

Berpuasa di hari ini dianggap menolak "hadiah" atau jamuan dari Allah.

Larangan ini secara tegas disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah." (HR. Muslim)

Oleh karena itu, umat Muslim justru diperintahkan untuk menikmati hidangan, menyambung silaturahmi, dan bersyukur atas rezeki yang telah diberikan.

Kapan Boleh Berpuasa Kembali?

Larangan ini hanya berlangsung selama tiga hari saja.

Umat Islam sudah diperbolehkan kembali menunaikan ibadah puasa mulai tanggal 14 Dzulhijjah.

Meskipun tidak boleh berpuasa, Anda tetap bisa mendulang pahala yang berlimpah di Hari Tasyrik melalui beberapa amalan utama berikut:

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved