Senin, 13 April 2026

Ramadan 2026

Kultum Ramadan: Peran Wanita Dalam Presepektif Islam

Kultum Ramadan: Peran Wanita Dalam Presepektif Islam oleh Arifatuttahani Aulia, Rekanita PC IPPNU Surabaya

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id
Arifatuttahani Aulia, Rekanita PC IPPNU Surabaya 

Kultum oleh Arifatuttahani Aulia, Rekanita PC IPPNU Surabaya

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada kesempatan ini saya juga akan menyampaikan sedikit tausiyah, sedikit kultum yang bertemakan tentang peran wanita dalam perspektif Islam.

Berbicara tentang wanita, ulama menyebutkan wanita adalah tiang negara. Apabila wanita itu baik, maka akan baik pula negaranya. Dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negaranya.

Di mana baik dan tidaknya suatu bangsa tergantung wanita di dalamnya.

Bagaimana tidak Allah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya.

Wanita bukan hanya kelas kedua, bukan hanya sebagai pelengkap, tapi wanita juga insan mulia.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 71.

"Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Menurut Ibn Kathir, dalam tafsir Ibn Kathir terbitan Insan Kamil 5 halaman 193 menjelaskan, yaitu antara laki-laki dan perempuan saling menolong dan menopang.

Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwasannya dalam pandangan Allah SWT bukan hanya dilihat dari jenis kelaminnya, tetapi dari jenis keimanan dan ketakuan terhadap Allah SWT.

Saudara semua yang berbahagia.

Berbicara tentang wanita dalam perspektif Islam ini sangatlah relevan dan sangat banyak untuk dicontoh kita sebagai generasi muda.

Saya singkat menjadi dua.

Yang pertama yaitu menjadi perempuan yang beriman dan juga berilmu. Menuntut ilmu sangatlah wajib bagi seorang Muslim. Bagi wanita, pintar bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk generasi selanjutnya. Karena wanita adalah madrasah utama, sekolah utama untuk anak-anak yang kelamin.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved