Selasa, 14 April 2026

Ramadan 2026

Niat Puasa Ramadan dan Tata Caranya Sesuai Sunnah

Ingin puasa Ramadan lebih sah dan berkah? Pahami rukun utamanya aturan niat sebelum fajar, serta tips amalan sunah seperti sahur dan sedekah

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Pipit Maulidiya
DOA - Membaca doa niat puasa Ramadan, sahur, dan berbuka puasa 

Ringkasan Berita:
  • Artikel ini menjelaskan bahwa puasa Ramadan adalah Rukun Islam keempat yang wajib bagi setiap Muslim.
  • Namun, Islam memberikan kemudahan (keringanan) bagi mereka yang berhalangan seperti ibu menyusui, orang sakit, atau musafir, dengan kewajiban mengganti (qadha) di hari lain.
  • Terdapat penjelasan bacaan niat puasa Ramadhan lengkap dengan cara mengerjakannya.

 

SURYA.co.id - Puasa Ramadan adalah ibadah mulia yang dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadan.

Sebagai salah satu dari Rukun Islam yang keempat, menjalankan puasa di bulan ini hukumnya wajib bagi setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat.

Tujuan utama dari ibadah ini sangatlah mulia, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an:

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. al-Baqarah [2]: 183).

Puasa Ramadan dilakukan selama satu bulan penuh.

Namun, Islam memberikan keringanan bagi mereka yang berhalangan (seperti sakit, haid, nifas, menyusui, hamil atau dalam perjalanan).

Sementara yang tidak berpuasa karena alasan syar'i seperti yang disebutkan diatas, maka ia wajib menggantinya (qadha) pada hari-hari lain di luar bulan Ramadan.

Niat Puasa Ramadan

Agar puasa sah dan diterima oleh Allah Swt, ada dua rukun utama yang harus diperhatikan dikutip dari buku Fiqih oleh Udin Wahyudin, dkk:

1. Niat dalam Hati

Niat adalah menyengaja suatu perbuatan untuk menaati perintah Allah dalam mengharapkan keridaan-Nya.

Berbeda dengan puasa sunah, niat puasa Ramadan harus dilakukan sebelum terbit fajar (pada malam hari).

Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah saw. dari Hafsah ra.:

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya." (H.R. al-Khamsah).

2. Menahan Diri (Imsak)

Tata cara inti dari puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Hal ini mencakup:

1. Menahan lapar dan haus.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved