Rabu, 29 April 2026

Amalan Islam

Doa Rasulullah saat Panas Terik di Musim Kemarau, Lengkap Arab dan Artinya

Di saat panas terik atau musim kemarau, umat Islam dianjurkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah SWT.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Dok. SURYA
Ilustrasi Doa Rasulullah saat Panas Terik di Musim Kemarau, Lengkap Arab dan Artinya 

SURYA.CO.ID - Cuaca di Kota Surabaya akhir-akhir ini cerah dengan panas ekstrem. Kondisi ini tentu berpengaruh pada aktivitas sehari-hari.

Suhu yang menyengat membuat tubuh cepat lelah dan terasa tidak nyaman, terlebih bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

Di saat panas terik atau musim kemarau, umat Islam dianjurkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah SWT. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, Surat Nuh ayat 10–12 berikut:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu — sungguh Dia adalah Maha Pengampun — niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyakkan harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,’” (QS Nuh: 10–12).

Lantas, doa apa yang dibaca umat Islam saat musim kemarau dengan panas ekstream?

Berikut sejumlah doa Rasulullah SAW saat musim kemarau, lengkap dengan teks Arab, latin dan artinya mengutip laman NU:

1. Doa Rasulullah SAW

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ، اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ، يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Alhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn, ar-raḥmānir-raḥīm, māliki yaumid-dīn, lā ilāha illallāh, yaf‘alu mā yurīd, allāhumma anta Allāh, lā ilāha illā anta, anta al-ghaniyyu wa naḥnu al-fuqarā’, anzil ‘alainal-ghaith, waj‘al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balāghan ilā ḥīn.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya, sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

2. Doa Rasulullah SAW saat Khutbah Jumat

Ketika sedang berkhutbah Jumat, seorang sahabat datang dan meminta Rasulullah berdoa karena bencana kekeringan. Rasulullah kemudian berdoa:

اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allāhumma aghithnā, Allāhumma aghithnā.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved