Penerapan Kurikulum AI di Jatim
ITS Tekankan Etika Penggunaan AI bagi Siswa Lewat Program 1.000 Duta AI
Kegiatan ini menjadi bagian upaya ITS membangun kesadaran etis sejak dini, seiring meningkatnya penggunaan AI oleh siswa
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Etika penggunaan teknologi digital menjadi perhatian serius dunia pendidikan.ITS tegaskan komitmen menyiapkan siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga melek etika dalam menggunakan AI
- ITS mengukuhkan 1.000 Duta AI yang terdiri dari siswa dan guru berbagai jenjang pendidikan. Mereka diharapkan menjadi agen literasi etika AI di sekolah masing-masing
- Kementerian Komunikasi dan Digital menilai inisiatif ITS selaras dengan agenda penguatan talenta digital yang berkarakter.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah maraknya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) oleh pelajar, isu etika penggunaan teknologi digital menjadi perhatian serius dunia pendidikan.
Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan komitmennya menyiapkan siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga melek etika dalam menggunakan AI, melalui penyelenggaraan AI Talent and Innovation Day (ATID) 2025, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: Kurikulum AI Mulai Diterapkan Sejak Dini, Kampus dan Dindik Jatim Siapkan Generasi Digital
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ITS membangun kesadaran etis sejak dini, seiring meningkatnya penggunaan AI oleh siswa dalam mengerjakan tugas, mencari referensi, hingga membuat karya digital.
Dalam momentum tersebut, ITS meluncurkan Program 1.000 Duta AI serta menyerahkan policy brief dan pedoman pemanfaatan AI di sekolah kepada pemangku kebijakan pendidikan di Jawa Timur.
Tak Hanya Ajarkan Penggunaan Teknologi
Ketua Panitia ATID 2025, Diana Purwitasari, menegaskan bahwa literasi AI tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga harus menanamkan nilai etika, tanggung jawab, dan kejujuran akademik.
“AI sudah menjadi bagian dari keseharian siswa. Tantangannya adalah memastikan mereka memahami batasan, etika, dan dampak dari penggunaan teknologi ini,” ujarnya.
Sebagai bentuk konkret, ITS mengukuhkan 1.000 Duta AI yang terdiri dari siswa dan guru berbagai jenjang pendidikan.
Para duta ini diharapkan menjadi agen literasi etika AI di sekolah masing-masing.
Program tersebut merupakan hasil pelatihan AI yang telah diikuti 977 siswa dari 290 sekolah sepanjang 2025.
Pendidikan Etika AI
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D, menegaskan bahwa pendidikan etika AI menjadi kebutuhan mendesak di era pembelajaran digital.
Menurutnya, sekolah perlu membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak bergantung sepenuhnya pada AI.
“ITS ingin memastikan siswa memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti proses berpikir dan kreativitas manusia,” tegasnya.
Modal Penting Dampingi Sekolah
Upaya ITS ini diperkuat dengan reputasinya sebagai universitas terbaik di Indonesia dalam bidang AI versi EduRank 2025, yang menjadi modal penting dalam mendampingi sekolah menghadapi tantangan etika dan transformasi digital.
Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Komunikasi dan Digital menilai inisiatif ITS selaras dengan agenda penguatan talenta digital yang berkarakter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ai-its-di-sekolah-mulai-diarahkan-sejak-dini-di-Jawa-Timur.jpg)