Minggu, 12 April 2026

Berita Pasuruan

DPRD Pasuruan Soroti Arjuno Agro Techno Park, 3 Tahun Habiskan Miliaran Tetapi Sudah Rusak

pemkab kembali mengalokasikan anggaran Rp 12,7 miliar di tahun 2023 untuk kelanjutan pembangunan kawasan wisata tersebut

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/Galih Lintartika (Galih)
Pintu masuk kawasan megaproyek Arjuno Agro Techno Park di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Arjuno Agro Techno Park (AATP) yang ke depannya diharapkan menjadi kawasan wisata terpadu, mendapat sorotan. Bukan karena operasionalnya, tetapi justru karena selama proses pembangunannya yang sedang berjalan sekarang, sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Sudah pasti, DPRD Kabupaten Pasuruan langsung mengkritik keras pembangunan AATP di Dusun Kucur, Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari itu. Ada beberapa yang menjadi sorotan dewan, salah satunya adalah kualitas pembangunan kurang baik, dan rencana pemanfaatannya belum jelas.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Ruslan meminta Pemkab Pasuruan untuk mengevaluasi pembangunan AATP ini ke belakang. “Pemkab mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan AATP itu. Maka harus dievaluasi betul,” tegas Ruslan, Kamis (27/6/2024).

Dari data yang didapatkan SURYA, Pemkab Pasuruan memang mengucurkan anggaran yang tidak sedikit untuk AATP. Pertama pada tahun 2022, ada alokasi anggaran Rp 5,2 miliar untuk pembangunan tahap awal AATP.

Setelah itu, pemkab kembali mengalokasikan anggaran Rp 12,7 miliar di tahun 2023 untuk kelanjutan pembangunan kawasan wisata tersebut. Anggaran jumbo itu digunakan untuk pembangunan gedung Kantor TIC, fasilitas umum, fasilitas aksesbilitas, fasilitas rekreasi penunjang AATP.

Kemudian pada tahun 2024 ini, kembali ada anggaran Rp 6,7 miliar untuk kelanjutan pembangunan AATP yang belum dioperasikan itu. Di antaranya melengkapi fasilitas mitigasi bencana alam, panggung kesenian, penataan lansekap, kebersihan wisata, dan rekreasi penunjang kegiatan wisata.

“Anggaran yang dialokasikan cukup besar, maka harus dipastikan pembangunannya dilakukan benar, dengan kualitas yang terjaga,” paparnya.

Ruslan mengaku mendapat banyak laporan, beberapa fasilitas yang dibuat dengan anggaran tahun sebelumnya sudah mengalami kerusakan. “Laporan yang saya terima, pembangunannya amburadul. Maka pemkab perlu mengevaluasi ke belakang, untuk perbaikan ke depan,” terangnya.

Menurut Ruslan, pemkab harus memperhitungkan layak atau tidaknya bangunan itu digunakan jika memang ternyata banyak kerusakan di sana. “Apalagi tahun ini ada anggaran yang lumayan besar untuk pembangunan. Maka beberapa kerusakan itu harus menjadi catatan,” imbuhnya.

Dari penelusuran di lapangan, ditemukan sejumlah kerusakan di beberapa titik. Misalnya, penyangga tiang berteduh yang posisinya tidak presisi. Ada kerusakan di beberapa titik Saluran Pembuangan Air (SPA), misalnya plesteran yang mengelupas dan pasangan SPA yang patah.

Pemasangan keramik di dinding kamar mandi yang termasuk fasilitas umum juga diduga tidak berisi sehingga keramik rawan lepas.

Di titik lain, pemasangan paving tidak presisi. Dugaan kuat pemadatan tidak dilakukan sehingga posisi pemasangan paving bergeser atau tidak terkunci.

Tidak hanya itu, motif dan ukuran paving yang dipasang di akses penghubung antar bangunan berbeda, dan pemasangannya tidak presisi.

Selain itu, lapisan pelindung yang dipasang di pintu masuk AATP juga mengalami kerusakan. Beberapa titik mengelupas dan catnya mulai kusam.

Ironisnya, di beberapa show room milik dinas terkait yang juga menjadi penunjang ATTP mengalami kerusakan parah. Beberapa plafonnya malah sudah jebol.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved