Selasa, 7 April 2026

Lebaran 2017

Musim Mudik Lebaran, Awas! Jumlah Perjalanan Kereta Api Bertambah Banyak

Selama masa mudik dan balik lebaran, ada kenaikan enam perjalanan kereta api, hingga menjadi 46 perjalanan.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
surya/david yohannes
Salah satu perlintasan kereta api di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru yang hanya dijaga sukarelawan. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memperingatkan kenaikan frekuensi perjaanan kereta api selama masa mudik dan balik lebaran.

Peringatan ini dikeluarkan, karena hingga saat ini ada sekitar 30 perlintasan di Kabupaten Tulunagung yang tidak dijaga.

Data dari PT KAI Daerah Operasional (Daops) 7 Madiun, tota perlintasan sebidang di Kabupaten Tulungagung sebanyak 44 perlintasan.

Dari jumlah tersebut hanya 14 yang dijaga dan dilengkapi palang pintu.

Sedangkan 20 dilengkapi early warning system (EWS)tanpa palang, dan 10 perlintasan tidak dijaga maupun perlintasan liar.

“Kami perlu ingatkan masyarakat terkait peningkatan jumlah perjalanan kereta api. Diharapkan masyarakat lebih waspada saat akan melintas di perlintasan kereta api,” terang Manajer Humas Daops 7 PT KAI, Supriyanto, Kamis (15/6/2017).

Selama ini Kabupaten Tulungagung dilintasi 40 perjalanan kereta api.

Namun selama masa mudik dan balik lebaran, ada kenaikan enam perjalanan kereta api, hingga menjadi 46 perjalanan.

Masyarakat diminta taat pada rambu di setiap perlintasan, dan selalu memperhatikan kanan dan kiri sebelum melintas.

“Pemerintah sudah melengkapi rambu di setiap perlintasan. Masyarakat harus memperhatikan itu, karena kecelakaan terjadi mayoritas karena mengabaikan rambu peringatan yang ada,” tambah Supriyanto.

Apalagi saat ini kecepatan kereta api yang melintas juga bertambah secara signifikan. Sebab sejak April PT KAI telah merevitalisasi rel kereta api.

Sebelumnya kecepatan kereta api di Kabupaten Tulungagung antara 60 hingga 70 kilometer per jam, sekarang meningkat hingga mencapai 90 kilometer per jam.

Karena itu, Supriyono berharap masyarakat tidak ceroboh menerobos perlintasan.

Jika sudah melihat kereta api dari kejauhan, lebih baik berhenti dan menunggu hingga kereta lewat.

“Biasanya warga nekat melintas karena berpikir kereta masih jauh. Awas, sekarang kecepatannya meningkat drastis. Jangan coba-coba melakukan hal itu lagi,” tandas Supriyono.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved