Reportase dari Thailand
Coba Simak, Apa Yang Lucu dari Bahasa Inggris Rasa Thailand Ini?
ternyata ada yang aneh, lucu, sekaligus akrab dengan cara orang Thailand berbahasa Inggris.. coba simak dan ingat Anda pernah mendengarnya di mana?
Reportase : Nailah Sa’diyatul Fitriah
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Malang/tengah PPL/KKN di Thailand
SEBAGAI mahasiswa sastra Inggris sudah sewajarnya harus menguasai bahasa Inggris, lisan maupun tulisan. Namun, berada di Thailand Selatan, ternyata tak mudah berbicara bahasa internasional ini dengan sembarang orang yang saya temui.
Berada di Thailand bahasa yang harus dikuasai adalah bahasa Thai, kecuali di beberapa daerah di Thailand Selatan, seperti Pattani, Yala, dan Narathiwat, bahasa Melayu masih bisa dipakai karena mayoritas warga di sini berbahasa Melayu untuk komunikasi sehari-hari.
Berbeda di Nathawee, Songkhla, utamanya di sekolah tempat saya mengabdi. Keseharian warga di sini berbahasa Thai dan hanya 10 persen warga yang berbahasa Melayu. Pun di sekolah saya mengabdi, hanya po’oh (kepala sekolah) yang lancar berbahasa Inggris dan dua guru yang setidaknya paham bahasa Inggris.
Para siswa juga masih sedikit yang paham bahasa Inggris karena mereka memelajari bahasa Inggris dalam matapelajaran English conversation dengan keunikan bahasa Inggris rasa Thailand.
Misalnya, jika di Indonesia siswa memanggil guru dengan sapaan Mr, Ms, atau Mrs, di Thailand guru disapa teacher. Namun dengan pengucapan beda dari pronunciation bahasa Inggris standard, yaitu tisye. Juga pada kosakata finish mereka mengucapkannya finit.
Entah mengapa mereka sulit sekali mengucapkan bunyi ch dan sh. Selain salah pengucapan, beberapa guru yang berani dan paham berbahasa Inggris juga masih menerjemahkan bahasa Inggris tak sesuai kaidah bahasa Inggris pada umumnya. Mereka cenderung menyusunnya sesuai pola bahasa Thai.
Seperti, “I can speak English little little, teacher.”
“Teacher, she don’t study, teacher. She walk walk and run run everyday, teacher.”
"What today teach teacher?”
Dari contoh tersebut terlihat mengajar bahasa Inggris di Thailand lebih sulit dibandingkan di Indonesia. Saya butuh semangat 66, bukan lagi semangat 45 untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa di sini. Apalagi jika bahasa Inggris yang saya gunakan untuk berkomunikasi dengan beberapa guru di sini, butuh tenaga ekstra untuk bisa memahamkannya.
Perbedaan bahasa bukanlah satu-satunya masalah untuk tidak berkomunikasi. Inilah jembatan untuk saling mengerti perbedaan bahasa dan pola budaya antar komunikan. Tak ada yang tidak mungkin selama mau mencoba dan berusaha, termasuk untuk bisa memahami bahasa Inggris orang Thailand yang unik bagi telinga Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bahasa-thai_20160622_161620.jpg)