Pemprov Jatim Gandeng Australia Perkuat Mitigasi Bencana, Tambah Desa dan Pesantren Tangguh Bencana
Fokus utama program bukan pada penyediaan peralatan kebencanaan, melainkan memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Pemprov Jatim bersama Pemerintah Australia menjalin kerjasama dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana melalui kemitraan dalam Program SIAP SIAGA.
- Fokus utama program bukan pada penyediaan peralatan kebencanaan, melainkan memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat.
- Setelah menggelar simulasi tsunami di Kabupaten Lumajang, pada awal Juli mendatang program tersebut dijadwalkan menggelar simulasi erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang sesuai prioritas BPBD Jawa Timur.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Australia menjalin kerjasama dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana melalui kemitraan dalam Program SIAP SIAGA.
Kolaborasi difokuskan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat desa guna menekan risiko dan angka korban saat terjadi bencana.
Komitmen penguatan kerja sama itu dibahas saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya berkunjung ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (15/6/2026).
Salah satu agenda yang dibahas adalah penguatan program kesiapsiagaan bencana yang akan dilanjutkan pada 2027 mendatang.
Perwakilan Pemerintah Australia dari Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Will Lee, mengatakan kemitraan menjadi bagian penting dari hubungan strategis antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana.
Ia mengingat kembali kerja sama kedua negara saat personel TNI membantu Australia menangani kebakaran hutan besar yang melanda pada 2019 lalu.
“Tidak ada hubungan yang lebih penting bagi Australia selain hubungan dengan Indonesia. Kami hadir di sini untuk mendapatkan masukan dari Gubernur agar dapat merancang program SIAP SIAGA yang lebih baik,” ujar Will Lee.
Baca juga: LPBI PWNU Jatim Gelar Pelatihan SIG dalam Pemetaan Bencana, Relawan Tambah Ilmu
Program Perkuat Kapasitas dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Head of Sub-National Programs SIAP SIAGA, Deswanto Marbun, menjelaskan bahwa program SIAP SIAGA berperan sebagai katalisator bagi pemerintah daerah, khususnya BPBD Jawa Timur, dalam menghadapi 14 potensi risiko bencana yang ada di provinsi ini.
Menurutnya, fokus utama program bukan pada penyediaan peralatan kebencanaan, melainkan memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat.
Salah satu program yang dinilai berhasil adalah Desa Tangguh Bencana (Destana), termasuk di kawasan lereng Gunung Semeru.
Deswanto menyebut pelatihan dan edukasi kebencanaan yang diberikan kepada masyarakat terbukti mampu menekan angka korban jiwa hingga mendekati nol saat erupsi Semeru pada 2023.
“Saat ini berkat pelatihan kebencanaan, angka fatalitas insiden gunung meletus nihil,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi kunci agar respons bencana dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Surabaya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
BPBD Jatim
Australia
Konjen Australia
Siap Siaga
Destana
Pestana
Meaningful
| Gapasdap Keluhkan Besarnya Biaya Operasional Kapal, membahayakan Keselamatan Pelayaran |
|
|---|
| Uji coba Perlinsos Digital di Surabaya Pangkas Waktu Verifikasi Bansos |
|
|---|
| Daftar Gaji Pegawai Kementerian Keuangan dan Tunjangannya, Simak Rincian Tukin Terbaru |
|
|---|
| Antrean Haji Capai 26 Tahun, Pendaftar di Jatim Tembus 1,2 Juta Orang |
|
|---|
| Aliansi Surabaya Menggugat Gelar Aksi di Taman Apsari, Soroti MBG hingga Isu Ekonomi Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/AUDIENSI-PROGRAM-sIAP-sIAGA-JATIM.jpg)