Kamis, 11 Juni 2026

KH Moh Said Abdullah Wafat, Duka Mendalam Selimuti Keluarga Besar PP Mathali'ul Anwar, Sumenep

Pengasuh PP Mathali'ul Anwar Sumenep KH Moh Said Abdullah wafat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi santri dan alumni.

Tayang:
Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
WAFAT - Pengasuh Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar (PPMA) Pangarangan, KH Moh Said Abdullah, wafat pada Selasa (9/6/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pengasuh Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar Pangarangan, KH Moh Said Abdullah, wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi santri, alumni, serta masyarakat Sumenep. 
  • Almarhum meninggal setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep dan dimakamkan di Pemakaman Kembhang Koning. 
  • Sejak 1985, KH Moh Said Abdullah memimpin PP Mathali'ul Anwar, melanjutkan perjuangan pendiri pesantren serta melahirkan banyak alumni yang tersebar di berbagai daerah. 

SURYA.CO.ID MADURA - Keluarga besar Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar (PPMA) Pangarangan, Sumenep, diselimuti duka mendalam setelah pengasuhnya, KH Moh Said Abdullah, wafat.

Kepergian ulama yang puluhan tahun mengabdikan diri untuk pendidikan dan dakwah Islam itu meninggalkan kehilangan besar bagi santri, alumni, dan masyarakat.

Alumni dan Santri Kehilangan Sosok Panutan

Kabar wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar (PPMA) Pangarangan, Kabupaten Sumenep, menyebar cepat di kalangan santri dan alumni. KH Moh Said Abdullah meninggal dunia pada Selasa (9/6/2026), setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Informasi tersebut dikonfirmasi sejumlah alumni pesantren yang selama ini mengenal dekat sosok almarhum. Duka pun mengalir dari berbagai kalangan yang pernah merasakan bimbingan dan keteladanannya.

Baca juga: Profil KH Abdul Halim Mahfudz Pengasuh Ponpes Salafiyah Seblak yang Wafat, Cicit Pendiri NU

Salah satu alumni PPMA, Enik Rizal, membenarkan kabar wafatnya pengasuh pesantren yang berlokasi di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep tersebut.

"Iya benar, kiai meninggal dunia di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep," kata Enik Rizal kepada SURYA.CO.ID , Rabu (10/6/2026).

Keterangan serupa disampaikan alumni lainnya, Moh Argus. Menurut dia, KH Moh Said Abdullah mengembuskan napas terakhir tidak lama setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

"Iya benar, beliau meninggal sekitar pukul 09.30 WIB di rumah sakit. Tidak lama setelah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Rencananya, jenazah almarhum dimakamkan pada Rabu (10/6/2026) pukul 16.00 WIB di kompleks pemakaman keluarga pendiri Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar yang dikenal sebagai Pemakaman Kembhang Koning.

Meneruskan Warisan Pendidikan Pesantren Sejak 1985

KH Moh Said Abdullah dikenal sebagai sosok yang melanjutkan perjuangan pendidikan pesantren yang telah dirintis ayahandanya, KH Abdullah bin Husain. Dedikasinya dalam membina generasi muda menjadikan PP Mathali'ul Anwar tetap tumbuh dan berperan penting dalam pendidikan Islam di Kabupaten Sumenep.

Baca juga: Ustaz Muhammad Jazir ASP Tokoh Masjid Jogokariyan Yogyakarta Wafat

Berdasarkan catatan sejarah pesantren, Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar didirikan oleh KH Abdullah bin Husain sekitar tahun 1930 atau 1933. Lembaga pendidikan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu pesantren yang memiliki jaringan alumni luas di berbagai wilayah.

Pada 1985, estafet kepemimpinan pesantren diserahkan kepada KH Moh Said Abdullah. Sejak saat itu, ia memimpin pengembangan pendidikan sekaligus mengasuh para santri yang datang dari berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.

Di bawah kepemimpinannya, PP Mathali'ul Anwar terus melahirkan alumni yang berkiprah di berbagai bidang kehidupan. Perannya tidak hanya sebagai pengasuh pesantren, tetapi juga sebagai pendidik dan tokoh agama yang aktif membimbing masyarakat.

Wafatnya KH Moh Said Abdullah menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar. Namun, jejak pengabdian dan warisan keilmuan yang ditinggalkannya diyakini akan terus hidup melalui para santri dan alumni yang pernah menimba ilmu darinya. Ali Hafidz Syahbana

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved