Bangganya Jawa Timur Bisa Bantu 51 Murid Program ADEM Papua Lolos PTN
Sebanyak 51 murid peserta Program ADEM Papua dan ADEM Repatriasi di Jatim berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Menurutnya, peningkatan kuota tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas penyelenggaraan Program ADEM di Jawa Timur.
“Ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Semakin banyak anak-anak Papua yang memperoleh kesempatan belajar di Jawa Timur, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ada 440 Siswa ADEM Papua Bersekolah di Jatim
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa keberhasilan murid ADEM menembus PTN menjadi bukti bahwa anak-anak Papua memiliki potensi besar yang mampu bersaing dengan murid dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.
“Saya sangat bangga dengan capaian murid-murid ADEM Papua. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para murid, dukungan orang tua angkat, serta dedikasi para guru dan tenaga pendidik yang selama ini mendampingi mereka,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, saat ini terdapat 440 siswa ADEM Papua yang menempuh pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur.
Mereka terdiri dari 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus pada 5 Mei 2026.
Sebanyak 127 murid lulusan ADEM juga telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing yang tersebar di berbagai wilayah Papua, antara lain Jayapura, Biak, Nabire, Timika, Merauke, Wamena, Manokwari, dan Sorong.
Delapan siswa lainnya lebih dahulu kembali untuk mengikuti seleksi TNI/Polri maupun pendidikan tinggi kedinasan.
Aries berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta Program ADEM untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik.
Baca juga: Beasiswa Santri Jatim 2026 Resmi Dibuka, Khofifah Fokuskan ke Jurusan STEM
Rasakan Penerimaan Hangat Warga Jatim
Salah satu siswa ADEM, Yazinta Kaipman dari SMAN 1 Kejayan Pasuruan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut selama tiga tahun di Jawa Timur.
Ia merasakan suasana kekeluargaan dan penerimaan yang hangat selama tinggal di Pasuruan.
“Kami sebagai anak Papua tidak merasa sendirian di sini. Kami disambut dengan sangat baik, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.
Ia berharap program ADEM dapat terus berlanjut karena dinilai sangat membantu anak-anak Papua mendapatkan pendidikan dan pengalaman hidup yang lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ADEM-PAPU-LOLOS-PTN.jpg)