100 Tahun Gontor Meriah, Wayang Kulit Jadi Ruang Pendidikan dan Spirit Dakwah
Ribuan santri padati Gontor dalam wayang kulit 100 tahun. Pertunjukan jadi media dakwah, pendidikan, dan refleksi nilai kehidupan.
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Lebih dari 4.000 santri dan masyarakat menghadiri wayang kulit 100 tahun Gontor hingga dini hari di Ponorogo.
- Wayang kulit menghadirkan lakon Parikesit Dadi Ratu sebagai media dakwah, pendidikan, dan pembentukan karakter.
- Pimpinan Gontor menegaskan wayang menjadi sarana syiar dan pendidikan kehidupan bagi santri.
SURYA.CO.ID PONOROGO - Ribuan santri, guru, dan masyarakat memadati Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, dalam pagelaran wayang kulit peringatan 100 tahun Gontor yang berlangsung semalam suntuk hingga dini hari, menghadirkan pesan dakwah, pendidikan, dan refleksi nilai kehidupan.
Wayang Kulit Jadi Media Dakwah di Puncak 100 Tahun Gontor
Perayaan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berlangsung khidmat sekaligus meriah lewat pagelaran wayang kulit yang digelar pada Sabtu (6/6/2026) malam hingga Minggu (7/6/2026) dini hari.
Lebih dari 4.000 penonton yang terdiri dari santri, guru, hingga masyarakat sekitar bertahan hingga fajar untuk menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.
Antusiasme ini menjadikan wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan juga sarana pendidikan dan dakwah yang mengakar di lingkungan pesantren.
Baca juga: 1 Abad Gontor Deretan Agenda Akbar Siap Digelar dari Juni hingga September 2026
Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa wayang kulit telah lama menjadi bagian dari tradisi penting dalam perayaan besar di Gontor.
Ia menilai seni pewayangan mengandung banyak pelajaran kehidupan yang dapat membentuk karakter santri.
“Wayang kulit menjadi sarana mendidik santri agar mampu bergaul dengan siapa saja meski berbeda bahasa dan latar belakang,” ungkap KH Hasan Abdullah Sahal, Minggu (7/6/2026).
Pagelaran kali ini menghadirkan dalang kondang asal Surakarta, Ki Bayu Aji, yang dikenal sebagai maestro wayang kulit di kancah nasional. Lakon yang dibawakan bertajuk Parikesit Dadi Ratu, dengan tema besar “Mensyukuri Masa Lalu dengan Nilai-Nilai Abadi dan Membekali Masa yang Akan Datang dengan Berbagai Tantangan”.
Cerita tersebut dikemas untuk menanamkan nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan keteladanan kepada para santri serta masyarakat melalui simbol-simbol pewayangan yang relevan dengan tantangan zaman modern.
Pimpinan PMDG lainnya, K.H Akrim Mariyat, menambahkan bahwa nilai pendidikan dalam wayang tidak hanya terletak pada dalang atau tokohnya, melainkan pada pesan yang disampaikan.
Baca juga: Timnas All Star Meriahkan 100 Tahun Gontor, Santri Diajak Belajar dari Para Bintang Sepak Bola
“Adanya wayang kulit ini, juga menyampaikan bahwa pondok modern dan wayang sama-sama mengajarkan pendidikan kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa esensi utama dalam pertunjukan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan nilai syiar dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Lebih lanjut ia menyebut, “bukan juga ghongnya karena bisa diganti menggunakan mulut. Melainkan yang paling berperan adalah blencong atau syi’ar yang terkandung didalamnya."
Refleksi Nilai, Silaturahmi, dan Pendidikan Karakter Santri
Kehadiran ribuan penonton yang bertahan hingga dini hari menjadi bukti kuatnya ikatan budaya dan spiritual dalam tradisi Gontor. Pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan sejarah pesantren yang telah memasuki usia satu abad.
100 Tahun Gontor
Pesantren Gontor
Sejarah Pondok Gontor Ponorogo
PMDG Gontor
Pondok Pesantren Darussalam Gontor
peringatan 1 abad Gontor
wayang kulit 100 Tahun Gontor
Meaningful
| Sopir Elf Ungkap Alasan Lari Usai Tabrak Pedagang Mlijo di Lumajang hingga Tewas |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Tunggal Truk Isuzu Elf di Jalan Raya Gambiran Jombang |
|
|---|
| Shin Tae-yong Bawa Gerbong Timnas ke Persija, Ini Daftar Nama yang Dibawa, Persebaya Kena Efek |
|
|---|
| Update 6 Pemain Persebaya Surabaya yang Hengkang, Idola Bonek Memilih Pergi |
|
|---|
| Daftar Kereta Promo KAI Libur Sekolah 2026, Ada Diskon 30 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/wayang-kulit-100-tahun-gontor.jpg)