Rabu, 10 Juni 2026

Diterjang Ombak Besar Perahu Nelayan di Tuban Pecah Ambyar dan Tak Bisa Dievakuasi

Gelombang tinggi di perairan Tuban merusak tiga perahu nelayan Desa Beji. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Misbahul Munir
ScreenshotRUSAK – Salah satu perahu nelayan di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang mengalami kerusakan setelah diterjang gelombang tinggi pada Sabtu (6/6/2026) total kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.  

Ringkasan Berita:
  • Gelombang tinggi di perairan Tuban merusak tiga perahu nelayan milik warga Desa Beji, Kecamatan Jenu.
  • Dua perahu mengalami kerusakan berat hingga tidak bisa dievakuasi, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp25 juta.
  • Nelayan berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan biaya perbaikan perahu yang rusak akibat cuaca ekstrem.

 

SURYA.CO.ID TUBAN - Gelombang tinggi yang menerjang perairan Tuban sejak Sabtu (6/6/2026) mengakibatkan tiga perahu nelayan di Desa Beji, Kecamatan Jenu, mengalami kerusakan parah.

Dua perahu bahkan tidak dapat diselamatkan setelah diterjang ombak besar yang memicu kerugian puluhan juta rupiah.

Ketua Rukun Nelayan Desa Beji, Muzamil, mengatakan seluruh perahu yang terdampak sempat terbalik akibat terjangan gelombang tinggi. Namun tingkat kerusakan yang dialami masing-masing perahu berbeda.

Dua Perahu Rusak Berat, Tak Bisa Diselamatkan

Menurut Muzamil, satu perahu mengalami kerusakan paling parah hingga pecah total dan tidak memungkinkan untuk dievakuasi.

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Kediri, Pohon Tumbang Tutup Jalan dan Ganggu Listrik 

“Perahu yang pecah total tidak bisa dievakuasi lagi. Kerugiannya sekitar Rp15 juta,” ujar Muzamil, Minggu (7/6/2026).

Kerusakan serupa juga dialami perahu lainnya yang bagian bawah lambungnya pecah akibat kerasnya hantaman ombak. Perahu tersebut akhirnya tidak berhasil diselamatkan.

“Yang pecah bagian bawah juga tidak berhasil dievakuasi dan kerugian kemungkinan mencapai Rp10 juta,” imbuhnya.

Kerusakan pada dua perahu tersebut menambah beban para nelayan yang saat ini belum dapat kembali melaut akibat kondisi cuaca yang masih belum bersahabat.

Nelayan Harap Ada Bantuan Perbaikan

Sementara itu, satu perahu lainnya berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Meski berhasil dievakuasi, pemilik perahu tetap mengalami kerugian karena mesin dan sejumlah alat tangkap mengalami kerusakan.

Baca juga: Pemancing Hilang Tersapu Ombak Besar di Pantai Damas Trenggalek

“Hanya satu yang berhasil di evakuasi namun mesin dan alat tangkap harus mengalami kerusakan,” bebernya.

Muzamil menjelaskan, sebelum kejadian para nelayan telah menerima peringatan dini dari BMKG mengenai potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Karena itu, sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.

Meski demikian, gelombang besar yang terjadi tetap menimbulkan kerusakan pada perahu yang berada di kawasan pesisir.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah maupun instansi terkait untuk membantu meringankan beban para nelayan yang terdampak.

“Nelayan harus memperbaiki sendiri secara swadaya. Kalau bisa dibantu ala kadarnya,” pungkasnya.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved