Rabu, 3 Juni 2026

Kisah Mahasiswi Korban Begal Berdarah Saat akan Mendaki di Pasuruan

Dua mahasiswi menjadi korban pembegalan sadis di Pasuruan hingga salah satunya mengalami luka bacok serius.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Luhur Pambudi
KORBAN CURANMOR-Saat Korban HY berbincang dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dalam konferensi pers pengungkapan kasus kejahatan jalanan sepanjang Tahun 2026, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, pada Selasa (2/6/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Dua mahasiswi diserang komplotan begal bersenjata celurit di Jalur Wisata Bhakti Alam Pasuruan.
  • Salah satu korban mengalami luka robek di bahu hingga mendapat 18 jahitan akibat melawan pelaku.
  • Jatanras Polda Jatim berhasil meringkus dua pelaku setelah melakukan pengembangan penyelidikan.

 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kisah dua mahasiswi yang jadi korban begal dalam perjalanan untuk pendakian diungkap oleh salah satu korban di Polda Jatim,  Selasa (2/6/2026).

Seperti diberitakan, dua mahasiswi berinisial HY dan EDR menjadi korban pembegalan sadis saat hendak mendaki gunung melalui jalur Wisata Bhakti Alam, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (2/5/2026) dini hari. 

Tragedi berdarah itu mengakibatkan sepeda motor matik milik korban raib dan salah satu korban menderita luka bacok serius di bahu kiri.

Baca juga: Satgas Libas Begal Polda Jatim Sukses Temukan Motor Siti yang Hilang di Kandang Sapi

 

Perlawanan Sengit Berujung Luka Sabetan Celurit

Kedua korban sempat berusaha keras mempertahankan motor matik itu sebelum pelaku dengan tega melayangkan senjata tajam.

"Kami kan itu mempertahankan motor. Sempat tertarik-tarikan tapi sebentar doang, kebacok, ini yang sebelah kiri," ujar HY saat ditemui seusai konferensi pers di Mapolda Jatim.

"Nah, itu sekarang dia barusan selesai fisioterapi. Soalnya ini orangnya masih kayak kalau gerakin itu kayak susah gitu loh," katanya.

"Itu kami belum sampai ke situ sih (berobat ke psikolog). Cuman kayak ) kami kadang enggak berani keluar gitu lho," pungkasnya.

Baca juga: Polda Jatim Ungkap 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Pelaku Ditangkap

 

Penangkapan Komplotan Begal Sadis oleh Tim Jatanras

Pihak kepolisian bergerak cepat mengejar para pelaku hingga berhasil membekuk dua anggota komplotan itu di tempat persembunyiannya.

"Untuk pelaku ada satu yang tertangkap berinisial AI itu sudah tertangkap Kabupaten Pasuruan Polres dan dua pelaku ini (JF dan SAS) yang baru tertangkap. Jadi ini pelaku-pelaku baru," ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jamhur.

"Jadi modusnya sebenarnya cuma mencuri karena kemarin korban melawan akhirnya pelaku dengan sengaja atau melukai korban dengan celuritnya itu," jelasnya.

"Dia menunggu korbannya sebanyak dua kali. Jadi korban pertama lewat; calon korban pertama lewat gagal calon korban kedua, sudah lewat, gagal," katanya.

"Akhirnya, korban ketiga ini yaitu dua orang wanita ini yang sepeda motornya berhasil mereka ambil paksa, atau mereka rampas," pungkasnya.

Baca juga: DOR! Begal Sadis Ditembak Tim URC Polda Jatim: Buron Setahun di Pasuruan

Operasi Penumpasan Kejahatan Jalanan

Penangkapan pelaku begal itu merupakan bagian dari keberhasilan Satgas Polda Jatim dalam memberantas ratusan bandit jalanan selama tahun 2026.

"Dan dari awal di sini sudah saya sampaikan Mari kita jaga Jatim dengan semangat Jogo Jatim. Dan alhamdulillah masyarakat banyak sekali merespon secara positif terkait dengan masalah Jogo Jatim di Indonesia," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim.

"Semakin cepat informasi masuk insyaallah semakin cepat kami akan mengeluarkan tindakan-tindakan untuk membikin ketenangan di dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.

 
 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved