Selasa, 2 Juni 2026

Antrean Solar Mengular di Bojonegoro, Truk dan Bus Serbu SPBU hingga Bikin Macet

Antrean solar di Bojonegoro mengular di sejumlah SPBU akibat kelangkaan, memicu kemacetan dan keresahan warga.

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Misbahul Munir
ANTRIAN KENDARAAN - Pantauan antrian kendaraan mengular di SPBU Kalianyar Kapas Bojonegoro. Didominasi kendaraan besar yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi, selasa (2/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah SPBU di Bojonegoro dipadati antrean kendaraan besar akibat kelangkaan solar subsidi.
  • Antrean panjang membuat arus lalu lintas di jalur utama Bojonegoro–Babat tersendat dan macet.
  • Sopir mengaku kesulitan mendapatkan solar sehingga harus berpindah SPBU untuk mencari stok.

 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (2/6/2026).

Kondisi ini tidak hanya membuat SPBU penuh sesak, tetapi juga menyebabkan kemacetan di jalur utama Bojonegoro–Babat.

Antrean kendaraan sudah terlihat mengular sejak malam sebelumnya di beberapa titik SPBU, diantaranya,  Kalianyar Kecamatan Kapas, Balen, Medalem Sumberejo, hingga Sraturejo.

Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan truk, dump truck, bus, serta kendaraan niaga lainnya yang bergantung pada solar subsidi untuk operasional.

SPBU Diserbu, Antrean Tembus Hingga Jalan Raya

Di lapangan, antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan, membuat arus lalu lintas tersendat dan rawan kecelakaan. Kondisi terparah terlihat di SPBU Kalianyar, di mana kendaraan harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan solar.

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok Biosolar di Tuban Aman di Tengah Lonjakan Aktivitas Logistik

Aab (35), warga Kecamatan Sukosewu, mengaku antrean sudah terjadi sejak Senin malam.

“Antreannya lumayan panjang, sekitar satu jam lebih. Banyak dump truck, mobil angkutan sampai elf yang ikut mengantre solar, kabarnya ada keterlibatan pengiriman,” kata Aab usai mengantre di SPBU Kalianyar.

Dampak antrean juga dirasakan pengguna jalan lain yang melintas di jalur nasional Bojonegoro–Babat. Ruas jalan yang menyempit membuat kondisi lalu lintas semakin padat dan berisiko.

Afifudin (31), warga Kecamatan Kanor, mengaku hampir terlibat kecelakaan akibat sempitnya ruang jalan.

“Tadi di sekitar SPBU Kalianyar hampir bersenggolan dengan bus dari arah berlawanan. Jalannya padat karena antrean kendaraan. Bahkan sejak kemarin malam di SPBU Veteran juga dibikin macet karena banyak yang antre solar,” keluhnya.

Baca juga: Banyak Sopir Keluhkan Barcode Solar Subsidi, Pertamina Buka 147 Helpdesk di Jatim 

Kelangkaan Solar Picu Sopir Harus Berpindah SPBU

Pantauan di beberapa lokasi menunjukkan stok solar subsidi di sejumlah SPBU kosong. Di SPBU Balen, pihak pengelola bahkan memasang papan informasi bahwa pengisian solar masih menunggu pengiriman.

Kondisi ini membuat para sopir harus berburu informasi ketersediaan solar dari satu SPBU ke SPBU lain. Informasi tersebut bahkan kerap dibagikan melalui grup komunikasi antar sopir.

Jefri, sopir truk asal Kecamatan Balen, mengaku kondisi ini sangat mempengaruhi aktivitas kerja mereka.

“Kami saling berbagi informasi lewat grup sesama sopir. Kalau ada SPBU yang masih tersedia solar, langsung kami datangi dan ikut antre. Kalau tidak dapat solar, kami tidak bisa bekerja,” kata Jefri.

Hingga Selasa siang, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Bojonegoro. Petugas keamanan tampak bersiaga untuk mengatur arus kendaraan sekaligus mengurai kemacetan di sekitar lokasi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved