4 Pemuda Banyuwangi Keroyok Pelajar Akibat Atribut Silat, Berujung Diciduk Polisi
4 pemuda ditangkap polisi setelah mengeroyok pelajar SMP di Banyuwangi. Aksi kekerasan diduga dipicu rivalitas antarperguruan silat.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Polisi Banyuwangi menangkap empat pemuda yang diduga mengeroyok seorang pelajar SMP berusia 16 tahun di Kecamatan Gambiran.
- Pengeroyokan dipicu atribut perguruan silat yang dikenakan korban dan dianggap berbeda dengan kelompok para pelaku.
- Korban mengalami luka hingga harus mendapat perawatan medis, sementara polisi menegaskan tidak memberi ruang bagi kekerasan berkedok rivalitas organisasi.
SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Polisi Banyuwangi menangkap 4 pemuda yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMP di Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
Aksi kekerasan tersebut, diduga dipicu rivalitas antaroknum perguruan silat, setelah korban mengenakan atribut organisasi yang berbeda dengan para pelaku.
Keempat tersangka masing-masing berinisial RAK (21), VAP (20), AES (25) dan YR (19). Mereka diamankan tim gabungan Unit Resmob Wilayah Selatan bersama Unit Reskrim Polsek Gambiran.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, mengatakan bahwa peristiwa pengeroyokan terjadi pada Rabu (27/5/2026) di kawasan Dusun Krajan, Desa Purwoharjo, Kecamatan Gambiran.
Bermula dari Atribut Perguruan Silat
Berdasarkan hasil penyelidikan, saat kejadian para tersangka sedang berkumpul di wilayah Desa Jajag. Mereka kemudian melihat DEA (16), seorang pelajar SMP, mengendarai sepeda motor sambil mengenakan syal atau jaket yang memuat identitas salah satu perguruan silat.
Atribut tersebut diketahui berasal dari perguruan yang berbeda dengan organisasi yang diikuti para pelaku.
Diduga terprovokasi, para tersangka kemudian mengejar korban hingga ke wilayah utara Gereja GKJW Purwodadi.
Kronologi Kejadian
- Pelaku melihat korban mengenakan atribut perguruan silat berbeda.
- Korban dikejar saat mengendarai sepeda motor.
- Pelaku menendang sepeda motor korban hingga oleng.
- Korban terjatuh dan menjadi sasaran pengeroyokan.
- Korban mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis.
- Menurut polisi, aksi kekerasan tersebut berlangsung dalam waktu singkat namun mengakibatkan korban mengalami luka cukup serius.
Polisi Sebut Dipicu Fanatisme Buta
Rofiq menegaskan, bahwa kasus tersebut dipicu fanatisme sempit antaroknum perguruan silat.
Pihak kepolisian memastikan, akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk kekerasan jalanan yang mengatasnamakan kelompok atau organisasi tertentu.
“Kami menindak tegas dan tanpa kompromi. Tidak ada ruang bagi premanisme dan kekerasan ego sektoral di wilayah hukum Banyuwangi,” tegas Rofiq.
Ia menambahkan, keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas, sehingga tindakan yang berpotensi mengganggu kondusivitas daerah akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
4 Pelaku Ditangkap
Setelah menerima laporan dari korban, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku.
Keempat tersangka akhirnya ditangkap pada Senin (1/6/2026) dan langsung dibawa ke Polsek Gambiran untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Barang Bukti yang Diamankan
pengeroyokan Banyuwangi
rivalitas perguruan silat
pelajar SMP dikeroyok
Polresta Banyuwangi
pemuda keroyok pelajar
Banyuwangi
Jawa Timur
berita Banyuwangi hari ini
berita Banyuwangi terkini
berita Banyuwangi terbaru
berita Banyuwangi
pengeroyokan pesilat
Gambiran
Meaningful
Multiangle
| JAECOO Mantap Garap Surabaya, Dealer Baru Di Jemursari Jadi Andalan EV Nasional |
|
|---|
| Sosok Hakim Suparna yang Kabulkan Sebagian Gugatan Andrie Yunus, Perintahkan Polda Lanjut Penyidikan |
|
|---|
| Bulan Bung Karno di Jombang, Sejarawan dan Akademisi Adu Data Lokasi Kelahiran Proklamator |
|
|---|
| Khofifah Sambut Kepulangan 378 Jemaah Haji Kloter I Debarkasi Surabaya |
|
|---|
| Nasib Jeni Eks Finalis Puteri Indonesia Tersangka Dokter Kecantikan Palsu, Kini Dilaporkan Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/4-pemuda-pengeroyok-pelajar-SMP-di-Banyuwangi-Jatim.jpg)