Selasa, 2 Juni 2026

Berita Viral

Imbas Kecelakaan Jip di Kawasan Bromo hingga Tewaskan 2 Orang, TNBTS Wanti-wanti: Harus Waspada

Kecelakaan jip wisata di jalur Bromo menewaskan 2 orang. TNBTS menyoroti pentingnya keselamatan berkendara di medan ekstrem pegunungan.

Tayang:
Dok Camat Tosari/Kompas.com
KECELAKAAN - Kendaraan jenis Hardtop mengalami kecelakaan tunggal menabrak tebing di jalur menurun leter S di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. TNBTS angkat bicara terkait insiden ini. 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan tunggal jip wisata di jalur Wonokitri, Pasuruan, menewaskan 2 orang dan melukai 3 lainnya.
  • TNBTS menyebut kecelakaan diduga dipicu rem blong saat kendaraan melintasi turunan ekstrem leter S.
  • Kondisi geografis berupa tebing dan jurang membuat jalur sulit dilebarkan atau dimodifikasi.
  • TNBTS bersama Dishub dan Kepolisian mengaku rutin melakukan ramp check serta edukasi titik rawan di seluruh akses menuju Bromo.

 

SURYA.co.id, PASURUAN – Kecelakaan tunggal yang melibatkan jip wisata di jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara di medan pegunungan.

Insiden yang terjadi di jalur turunan berkelok atau dikenal sebagai leter S di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (29/5/2026), mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mengingat jalur yang dilalui merupakan salah satu akses utama wisatawan menuju kawasan Bromo.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan ini juga memunculkan kembali pembahasan mengenai kesiapan kendaraan wisata serta tingkat kewaspadaan pengemudi saat melintasi medan ekstrem di kawasan pegunungan.

Jip Wisata Terbalik Setelah Menabrak Tebing

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan menimpa sebuah mobil jip wisata yang membawa rombongan wisatawan menuju kawasan Gunung Bromo.

Kendaraan tersebut diduga mengalami gangguan pengereman saat melintasi turunan tajam.

Jip kemudian menabrak tebing di sisi jalan sebelum akhirnya terbalik.

Akibat benturan keras tersebut, sopir dan seorang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka dan mendapat penanganan medis.

TNBTS Sebut Jalur Tidak Bisa Dimodifikasi Karena Kondisi Alam

Menanggapi insiden tersebut, Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengevaluasi aspek keselamatan di jalur wisata.

"Ada beberapa bagian atau kewenangan yang tidak dapat kami lakukan, namun tetap bisa dikoordinasikan dengan pemangku atau pihak terkait. Misalnya Dinas Perhubungan dan Kepolisian," ujar Endrip Wahyutama, Humas TNBTS, Sabtu (30/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Menurut Endrip, berdasarkan informasi yang diterima, kecelakaan terjadi akibat rem kendaraan yang tidak berfungsi optimal saat melintasi jalur menurun.

Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis di lokasi kejadian membuat perbaikan fisik jalan memiliki keterbatasan.

Di satu sisi terdapat tebing yang tinggi dan padat, sementara di sisi lainnya terdapat jurang sehingga pelebaran jalan maupun perubahan tingkat kemiringan tidak mudah dilakukan.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved