Pemkab Jember Supervisi 209 Dapur SPPG, Petakan Potensi Masalah
Pemkab Jember menggelar supervisi pemetaan potensi masalah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemkab Jember gelar supervisi pemetaan potensi masalah di 209 SPPG untuk kawal kualitas program Makan Bergizi Gratis.
- Temuan keracunan, kebakaran, tabung gas berbahaya, hingga lokasi SPPG di tepi sungai jadi fokus pemeriksaan.
- Supervisi melibatkan Muspika, Dinkes, PU, DLH, DPMPTSP, dan Diskop untuk jamin higienitas, infrastruktur, serta perizinan.
SURYA.co.id, JEMBER - Pemkab Jember menggelar supervisi pemetaan potensi masalah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyusul temuan persoalan yang terungkap lewat inspeksi mendadak Satgas MBG dan sejumlah laporan pekan lalu.
Supervisi itu sebagai bentuk komitmen Pemkab Jember mengawal kualitas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember.
Berdasarkan data dari Satgas MBG Jember, di 31 kecamatan se-Kabupaten Jember ada 209 SPPG.
Nantinya, semua SPPG itu akan dikunjungi oleh tim supervisi. Tim supervisi ini sudah mulai bekerja sejak Jumat (29/5/2026).
Pantau Kinerja Program di Lapangan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, menegaskan, supervisi ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jember Muhammad Fawait, untuk memantau perkembangan dan kinerja program secara riil di lapangan.
Indra menyebut fokus utama dari kegiatan ini bukan lagi sekadar melihat kuantitas, namun, standardisasi kualitas sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Supervisi ini untuk memotret kondisi eksisting SPPG saat ini secara objektif. Kami ingin memastikan kualitasnya benar-benar terjaga secara baik, sehingga ke depannya dapat mengantisipasi dan mencegah terjadinya potensi masalah," ujar Indra.
Masalah yang Muncul di Lapangan
Beberapa masalah yang pekan lalu muncul antara lain keracunan di Kecamatan Kaliwates, kemudian kebakaran SPPG di Sumbersari, juga temuan Satgas tentang penempatan tabung gas yang membahayakan, juga adanya SPPG yang berada di tepian sungai kecil.
Berbeda dengan evaluasi biasa yang menggunakan metode sampel, supervisi kali ini dilakukan secara menyeluruh dan mendalam dengan metode door-to-door ke setiap titik lokasi target.
"Tercatat 209 SPPG yang tersebar di 31 kecamatan dan bakal dikunjungi dalam rangka Supervisi Pemetaan Potensi Masalah Makan Bergizi Gratis," pungkasnya.
Detail Pemeriksaan
Sejumlah Tim supervisi mulai menjalankan tugas Jumat (29/5/2026).
Tim yang sudah melakukan supervisi antara lain di Kecamatan Patrang, Kaliwates, juga Kalisat.
Ketika melakukan supervisi, Tim Pemeriksa wajib mengisi formulir berkalan memakai sistem ceklis 'ya/tidak' yang wajib disertai keterangan logis atau alasan di setiap kondisi.
Beberapa Hal yang diperiksa antara lain kelayakan bangunan, luas ruangan, kondisi kebersihan, juga instalasi pengolagan air limbah (IPAL).
| Dua Pemuda Gresik Edarkan Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti 209 Gram Sabu |
|
|---|
| Sosok Wakil Kepala BPIP yang Bantah Isu Diskriminasi Soal Pencoretan Calon Paskibraka Cathlyn Yvaine |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 30 Mei 2026: Pagi Dominan Cerah, Sore hingga Malam Berawan |
|
|---|
| Pindah Segmen Mandiri ke PPU, Bayar Cicilan BPJS Kesehatan Bisa Hingga 36 Kali Cicilan |
|
|---|
| Cara Mengganti Sholat Subuh yang Terlewat karena Kesiangan, Lengkap dengan Niatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Supervisi-dilakukan-ke-209-SPPG-di-31-kecamatan-se-Kabupaten-Jember.jpg)