Jelang Sensus Ekonomi 2026, Jombang Siapkan 1.217 Petugas
Ia juga mengingatkan para petugas agar menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan berintegritas.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemkab Jombang dukung Sensus Ekonomi 2026 dengan pelatihan petugas di Hotel Yusro, melibatkan 1.217 peserta.
- Bupati Warsubi tekankan akurasi data sebagai fondasi kebijakan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
- BPS Jombang sebut sensus krusial memetakan UMKM, industri kreatif, dan digitalisasi, dengan pendampingan keamanan dari Polres dan Kodim.
SURYA.co.id, JOMBANG - Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmen mendukung Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi di Hotel Yusro, Kecamatan Peterongan, Jumat (29/5/2026).
Bupati Warsubi menilai, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam memetakan kondisi perekonomian, khususnya sektor nonpertanian, yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan selama sepuluh tahun mendatang.
Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada kualitas kerja petugas lapangan sebagai ujung tombak pendataan.
"Data yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucap Warsubi dalam keterangan yang diterima SURYA.co.id.
Profesional dan Jujur
Ia juga mengingatkan para petugas agar menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan berintegritas.
Petugas diminta tidak melakukan manipulasi maupun perkiraan data tanpa verifikasi langsung kepada responden.
Selain itu, Warsubi meminta seluruh peserta pelatihan menjaga sikap ramah dan santun saat berinteraksi dengan masyarakat, serta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengoperasian perangkat pencacahan.
Momentum Penting
Kepala BPS Jombang Mouna Sri Wahyuni mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting di tengah perubahan lanskap ekonomi yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.
Menurutnya, perkembangan digitalisasi pascapandemi dan pertumbuhan industri kreatif serta UMKM baru di Jombang membutuhkan pemetaan data yang akurat.
"Data sensus ini akan menjadi pijakan penting dalam menentukan arah kebijakan, terutama karena Jombang tengah menyiapkan kawasan industri baru," kata Mouna.
Ia juga mengingatkan calon petugas sensus agar menjalankan pendataan secara maksimal dan tidak melakukan praktik pencatatan asal-asalan.
"Petugas harus turun langsung ke lapangan, mendatangi responden, dan menggali data dengan baik. Integritas menjadi hal utama dalam menghasilkan data berkualitas," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, BPS Jombang turut mengapresiasi dukungan pengamanan dari Polres Jombang dan Kodim Jombang untuk memastikan keamanan petugas saat melakukan pendataan di lapangan.
Kegiatan Dilakukan Secara Hybrid
Ketua Panitia Pelatihan, Amat Alamin Wafa, menjelaskan pelatihan dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
| Rute Alternatif Menuju Tulungagung Selama Jembatan Kaliombo I Kediri Ditutup |
|
|---|
| Ibadah Haji 2026, Jamaah Jombang Selesaikan Prosesi Jumrah di Mina |
|
|---|
| Jambret HP Bocah Gentayangan Di Surabaya, HP Raib Korban Tersungkur |
|
|---|
| Adela Kanasya Adies Salurkan Hewan Kurban di Surabaya dan Sidoarjo |
|
|---|
| Terekam CCTV, Bocah Surabaya Dijambret Hingga Terjatuh dari Sepeda Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/SENSUS-EKONOMI-pembangunan-dan-peningkatan-kesejahteraan-masyarakat.jpg)