Senin, 1 Juni 2026

Pemkab Jember Rekomendasikan Penutupan 2 Dapur MBG, Ini Alasannya

Pemkab Jember merekomendasikan penghentian 2 dapur MBG usai kasus keracunan dan temuan masalah operasional.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
istimewa
SIDAK - Satgas MBG ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SPPG Sumbersari 2 di Jl Semeru, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Kamis (21/5/2026). Pemerintah Kabupaten Jember merekomendasikan penghentian operasional 2 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Jember Jatim merekomendasikan penghentian operasional 2 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan persoalan kebersihan dan keamanan kerja.
  • Langkah itu diambil usai muncul kasus dugaan keracunan 22 anak penerima MBG serta insiden kebakaran di salah satu dapur SPPG di Jember.
  • Satgas MBG menemukan sejumlah pelanggaran teknis saat sidak, sementara keputusan akhir penghentian operasional tetap berada di tangan BGN.

SURYA.CO.ID, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur (Jatim), merekomendasikan penghentian operasional 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

2 dapur MBG tersebut yakni SPPG Sumbersari 2 di Jalan Semeru, Kecamatan Sumbersari, dan SPPG Al Mubarok Kaliwates 3 di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates.

Rekomendasi itu disampaikan melalui surat resmi Bupati Jember, setelah dilakukan supervisi dan evaluasi lapangan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kedua SPPG tersebut, sebelumnya menjadi perhatian Satgas MBG Kabupaten Jember menyusul adanya kejadian menonjol pada pekan lalu.

Di SPPG Al Mubarok Kaliwates, terdapat laporan dugaan keracunan terhadap 22 anak usai mengonsumsi makanan MBG pada Rabu (20/5/2026). Sementara di SPPG Sumbersari 2 terjadi kebakaran pada salah satu ruangan dapur.

Temuan Satgas MBG Jadi Dasar Rekomendasi

PJ Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Achmad Imam Fauzi, mengatakan surat rekomendasi penghentian operasional dikirim pada 22 Mei 2026 atas arahan Bupati Jember Muhammad Fawait.

Menurut Fauzi, hasil supervisi lapangan menemukan sejumlah persoalan terkait kebersihan, standar operasional pengelolaan makanan, hingga aspek keselamatan kerja.

Selain itu, Satgas MBG juga menerima laporan masyarakat melalui kanal pengaduan publik "Wadul Guse".

“Karena faktanya ditemukan adanya korban, dan ini menjadi perhatian serius dari Pemkab Jember. Keselamatan penerima manfaat jadi prioritas,” ujar Fauzi, Senin (25/5/2026).

Beberapa temuan Satgas MBG di dua dapur tersebut antara lain:

  • Dugaan keracunan terhadap 22 anak penerima MBG
  • Kebakaran di salah satu ruangan dapur
  • Penempatan tabung gas di ruang tertutup
  • Persoalan teknis instalasi dapur
  • Lokasi dapur rawan banjir karena dekat saluran irigasi

Penyebab Keracunan Masih Diteliti

Fauzi menyebut, dugaan penyebab keracunan di SPPG Al Mubarok hingga kini masih dalam proses penelitian.

Satgas MBG juga menemukan penempatan tabung gas di ruang tertutup yang dinilai berisiko terhadap keselamatan operasional dapur.

Sementara itu, Kepala SPPG Al Mubarok, Ahmad Farid Anam, membenarkan bahwa dapurnya telah mendapatkan sanksi suspend atau penghentian sementara dari BGN.

“Tidak tahu sampai kapan. Sedangkan untuk penyebab keracunan, kami minta semua menunggu hasil pemeriksaan,” ujar Farid.

Keputusan Akhir Ada di Tangan BGN

Dalam sidak di SPPG Sumbersari 2, Satgas MBG menemukan persoalan teknis pada instalasi dapur, dan kondisi bangunan yang berada dekat saluran irigasi besar sehingga rawan banjir.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved