Kamis, 28 Mei 2026

Idul Adha 2026

Rezeki Perajin Tusuk Sate di Madiun Jelang Idul Adha, Pesanan Membludak

Jika biasanya produksi yang keluar sekitar 50 kilogram per hari, kini permintaan minimal mencapai 1 kuintal setiap harinya.

Tayang: | Diperbarui:
Surya.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti
LARIS - Perajin tusuk sate di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Nahrowi, menata tusuk sate produksinya, Selasa (26/5/2026). Permintaan tusuk sate naik 100 persen menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Permintaan tusuk sate di Madiun naik 100 persen jelang Idul Adha, produksi harian capai 1 kuintal, pesanan hingga lintas provinsi dan luar pulau.
  • Produk populer yaitu tusuk sempol serta tusuk sate ukuran 20–22 cm, harga tetap Rp13–14 ribu/kg meski permintaan melonjak.
  • Pemasaran luas berkat promosi TikTok dan Facebook, pesanan datang dari pondok pesantren hingga Makassar, bahan baku bambu lokal tetap terjaga.  

 

SURYA.co.id, MADIUN - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, perajin tusuk sate di Kabupaten Madiun kebanjiran pesanan hingga lintas provinsi, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan perlengkapan penyembelihan dan olahan daging kurban.

Salah satu yang merasakannya adalah Nahrowi, perajin tusuk sate di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Permintaan Tusuk Sate Naik 100 Persen

Ia menuturkan permintaan tusuk sate tahun ini meningkat hingga 100 persen dibanding hari biasa. 

Jika biasanya produksi yang keluar sekitar 50 kilogram per hari, kini permintaan minimal mencapai 1 kuintal setiap harinya.

"Kalau tahun ini lebih banyak lagi permintaannya. Sekarang kirimnya sampai luar kota, luar provinsi, luar pulau juga," ujar Nahrowi, Senin (26/5/2026).

Tusuk Sempol Paling Diminati

Menurutnya, permintaan paling tinggi datang untuk tusuk sempol. 

Dalam satu minggu, permintaan tusuk sempol dari Tangerang bisa mencapai 3 kuintal. 

Baca juga: Perajin Tusuk Sate di Tulungagung Kebanjiran Order Jelang Idul Adha 2026

Selain itu, tusuk sate ukuran 20 sentimeter dan 22 sentimeter juga banyak diburu masyarakat untuk kebutuhan Idul Adha.

"Yang paling banyak saat ini tusuk sempol. Kalau tusuk sate kambing ukuran 20 dan 22 sentimeter banyak untuk wilayah lokal seperti Caruban, Magetan dan Ngawi," jelasnya.

Harga Tusuk Sate

Meski permintaan melonjak tajam, Nahrowi mengaku tidak menaikkan harga jual. 

Harga tusuk sate tetap berkisar Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram tergantung ukuran panjangnya.

Untuk ukuran 15, 18 dan 20 sentimeter dijual Rp 13 ribu per kilogram.  
Sedangkan ukuran 22 sentimeter yang paling diminati dijual Rp14 ribu per kilogram.

Dalam sehari, Nahrowi mampu memproduksi 40 hingga 80 kilogram tusuk sate secara mandiri tanpa mempekerjakan karyawan tambahan.
 
Akibat tingginya permintaan, dirinya bahkan harus bekerja hingga larut malam untuk memenuhi pesanan pelanggan.

"Ya tidak pernah berhenti sampai malam-malam lembur terus," katanya.

Bantu Pemasaran Produksi Tetangga

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved