Minggu, 31 Mei 2026

Update Data Harga dan Impor Kedelai, Disperindag Jatim Perketat Pengawasan Distribusi dan Stok

Harga kedelai impor per 22 Mei 2026 tercatat Rp 12.605 per kg, hanya naik 0,53 persen dibanding posisi 24 Januari 2026 yang sebesar Rp 12.538 per kg

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/PURWANTO
ILUSTRASI - KERIPIK TEMPE MALANG - Pekerja membuat keripik tempe dikawasan Sentra Industri Tempe dan Keripik Tempe Sanan Kota Malang, Selasa (19/5/2026). Perajin keripik tempe mengeluhkan harga bahan pokok, terutama kedelai yang naik akibat nilai dolar terhadap rupiah terus naik. 

Disperindag Jatim mencatat impor kedelai periode Januari-Februari 2026 meningkat 23,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Impor kedelai pada bulan Januari-Februari 2026 mengalami kenaikan secara volume sebesar 23,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Lucky.

Berdasarkan data Disperindag Jatim, volume impor kedelai Januari-Februari 2026 mencapai 188.014.939 kilogram dengan nilai 89.575.663. dolar AS.

Jumlah tersebut meningkat dibanding periode Januari-Februari 2025 yang tercatat sebesar 151.875.612 kilogram.

Baca juga: Kodaeral V Surabaya Panen Raya Kedelai di Kabupaten Nganjuk, Dukung Produksi Kedelai Nasional

 

Import Kedelai Terbesar dari Amerika

Hingga saat ini, Amerika Serikat masih menjadi negara pemasok utama kedelai ke Jawa Timur. 

Volume impor dari negara tersebut mencapai 186.050.019 kilogram dengan nilai 88.641.634 dolar AS

Selain Amerika Serikat, Kanada juga menjadi pemasok kedelai Jatim.

Disperindag mencatat, impor kedelai dari Kanada tercatat sebanyak 1.964.920 kilogram dengan nilai 934.029 dolar AS.

Lucky menjelaskan ketergantungan impor dari Amerika Serikat dan Kanada membuat harga kedelai domestik sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar dolar AS.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik distribusi turut memberi tekanan terhadap harga kedelai di dalam negeri.

“Negara utama asal impor kedelai adalah Amerika Serikat dan Kanada, sehingga kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah sangat mempengaruhi kenaikan harga kedelai. Ditambah dengan kenaikan harga bahan bakar dan logistik,” jelasnya.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved