Update Data Harga dan Impor Kedelai, Disperindag Jatim Perketat Pengawasan Distribusi dan Stok
Harga kedelai impor per 22 Mei 2026 tercatat Rp 12.605 per kg, hanya naik 0,53 persen dibanding posisi 24 Januari 2026 yang sebesar Rp 12.538 per kg
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Disperindag Jatim mencatat impor kedelai periode Januari-Februari 2026 meningkat 23,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Impor kedelai pada bulan Januari-Februari 2026 mengalami kenaikan secara volume sebesar 23,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Lucky.
Berdasarkan data Disperindag Jatim, volume impor kedelai Januari-Februari 2026 mencapai 188.014.939 kilogram dengan nilai 89.575.663. dolar AS.
Jumlah tersebut meningkat dibanding periode Januari-Februari 2025 yang tercatat sebesar 151.875.612 kilogram.
Baca juga: Kodaeral V Surabaya Panen Raya Kedelai di Kabupaten Nganjuk, Dukung Produksi Kedelai Nasional
Import Kedelai Terbesar dari Amerika
Hingga saat ini, Amerika Serikat masih menjadi negara pemasok utama kedelai ke Jawa Timur.
Volume impor dari negara tersebut mencapai 186.050.019 kilogram dengan nilai 88.641.634 dolar AS
Selain Amerika Serikat, Kanada juga menjadi pemasok kedelai Jatim.
Disperindag mencatat, impor kedelai dari Kanada tercatat sebanyak 1.964.920 kilogram dengan nilai 934.029 dolar AS.
Lucky menjelaskan ketergantungan impor dari Amerika Serikat dan Kanada membuat harga kedelai domestik sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar dolar AS.
Selain itu, kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik distribusi turut memberi tekanan terhadap harga kedelai di dalam negeri.
“Negara utama asal impor kedelai adalah Amerika Serikat dan Kanada, sehingga kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah sangat mempengaruhi kenaikan harga kedelai. Ditambah dengan kenaikan harga bahan bakar dan logistik,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Tempe-dan-Keripik-Tempe-Sanan-Kota-Malang.jpg)