Peresmian Museum Marsinah
Museum Marsinah Dibangun Tanpa APBN, KSPSI AGN Rogoh Hampir Rp3,8 Miliar
KSPSI AGN menyebut Museum Marsinah dibangun tanpa APBN dan APBD. Total anggaran hampir Rp3,8 miliar dari gotong royong buruh.
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- KSPSI AGN menyebut pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk Jawa Timurr (Jatim) dilakukan tanpa dana pemerintah.
- Total biaya pembangunan museum mencapai hampir Rp3,8 miliar yang berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN.
- Museum yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu dibuka gratis untuk umum setiap hari pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.
- Artikel Lengkap
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), disebut sepenuhnya dilakukan melalui gotong royong keluarga besar KSPSI AGN. Museum yang baru diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto itu, dibangun tanpa menggunakan dana pemerintah.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa tidak ada anggaran APBN maupun APBD yang digunakan dalam pembangunan museum tersebut.
Menurut Andi Gani, total anggaran pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah mencapai hampir Rp3,8 miliar.
Baca juga: Prabowo Singgung Kolusi Aparat dan Kapitalis Saat Resmikan Museum Marsinah
Dibangun dari Gotong Royong Buruh
"Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN. Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD," kata Andi Gani, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, kekuatan ekonomi koperasi buruh menjadi fondasi utama pembangunan museum tersebut. Jaringan koperasi buruh di bawah KSPSI AGN disebut kini memiliki aset hingga triliunan rupiah.
"Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp750 miliar, ada yang Rp300 miliar," ungkapnya.
Menurut Andi Gani, pembangunan museum dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah yang selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia.
"Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh," ucapnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Disambut Ribuan Buruh
Museum Dibuka Gratis untuk Umum
Andi Gani mengatakan, Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah nantinya dibuka setiap hari untuk masyarakat umum mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Pengunjung tidak akan dikenakan biaya masuk alias gratis. Pengelolaan museum juga melibatkan keluarga Marsinah bersama yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.
Fakta Penting Museum Ibu Marsinah
- Museum dibangun tanpa dana APBN maupun APBD.
- Total biaya pembangunan mencapai hampir Rp3,8 miliar.
- Dana berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN.
- Aset koperasi buruh KSPSI AGN disebut mencapai Rp2,1 triliun.
- Museum dibuka gratis untuk umum setiap hari.
- Jam operasional museum pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Andi Gani juga mengapresiasi kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam peresmian museum dan ziarah ke makam Marsinah.
"Kami mengapresiasi, Presiden Prabowo hadir langsung untuk meresmikan museum sekaligus berziarah ke makam Marsinah. Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa," terangnya.
Peresmian Museum Ibu Marsinah, dinilai menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh, sekaligus upaya menjaga memori kolektif tentang sosok Marsinah bagi generasi mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Presiden-KSPSI-Andi-Gani-Nena-Wea-dan-Presiden-Prabowo-saat-peresmian-Museum-Marsinah.jpg)