15 Puskesmas di Jember Berstatus KLB Campak, 40 Kasus Positif Ditemukan
Dinkes Jember Jatim menyebut 15 wilayah Puskesmas berstatus KLB campak. Dari 119 suspek, sebanyak 40 kasus dinyatakan positif.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Dinkes Jember Jawa Timur (Jatim) menetapkan 15 wilayah Puskesmas berstatus KLB campak.
- Dari 119 kasus suspek sepanjang 2025-2026, sebanyak 40 kasus dinyatakan positif.
- DPRD meminta mitigasi dan vaksinasi diperkuat agar penyebaran campak tidak meluas.
SURYA.CO.ID, JEMBER - Penyebaran campak di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), mulai menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember mencatat, 15 wilayah kerja Puskesmas kini berstatus kejadian luar biasa (KLB) campak.
Data tersebut dihimpun dari 50 Puskesmas yang tersebar di 31 kecamatan wilayah Jember sepanjang 2025 hingga 2026.
Kepala Dinkes PPKB Jember, Muhammad Zamroni, mengatakan bahwa total terdapat 119 kasus suspek campak, dan 40 kasus di antaranya telah dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Dari total 50 Puskesmas di 31 kecamatan, 15 Puskesmas yang wilayahnya masuk kategori KLB campak,” ujar Zamroni.
Sejumlah Wilayah di Jember Jadi Titik Temuan Kasus Campak
Dinkes Jember menetapkan status KLB, apabila dalam satu wilayah ditemukan minimal 2 kasus campak.
Temuan kasus campak berdasarkan data Dinkes Jember:
- Puskesmas Ledokombo menjadi wilayah dengan jumlah kasus positif terbanyak, yakni 8 kasus.
- Puskesmas Sumberjambe ditemukan 8 suspek dengan 5 kasus positif campak.
- Puskesmas Silo II melaporkan 6suspek dengan 2 kasus positif campak.
- Puskesmas Umbulsari dengan 6 suspek dan 4 positif campak.
- Puskesmas Mayang, seluruh 4 suspek yang diperiksa dinyatakan positif campak.
“Positif ini berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium,” jelas Zamroni.
Fakta Penting Kasus Campak di Jember
- 15 wilayah kerja Puskesmas di Jember berstatus KLB campak
- Ditemukan 119 kasus suspek campak sepanjang 2025-2026
- Sebanyak 40 kasus telah dinyatakan positif laboratorium
- Ledokombo menjadi wilayah dengan kasus positif terbanyak
- DPRD meminta percepatan mitigasi dan vaksinasi campak
Dinkes Maksimalkan Penanganan dan Pengawasan
Meningkatnya temuan kasus campak, membuat Dinkes Jember terus memperkuat langkah penanganan dan pengawasan di lapangan.
Pemantauan dilakukan melalui koordinasi antar-Puskesmas, serta penguatan edukasi kesehatan kepada masyarakat agar penyebaran campak dapat segera ditekan.
Selain itu, tenaga kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak, terutama pada anak-anak.
DPRD Minta Mitigasi dan Vaksinasi Dipercepat
Anggota Komisi D DPRD Jember, Muhammad Hafidi Kholis, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama seluruh fasilitas kesehatan bergerak cepat mencegah penyebaran kasus campak semakin luas.
Menurutnya, koordinasi antarlembaga harus diperkuat agar rantai penularan campak dapat diputus.
“Terutama di Puskesmas yang daerahnya dinyatakan KLB. Harus ada peningkatan koordinasi, dan pertukaran informasi agar mata rantai penyebaran ini terputus,” ujar Hafidi pada Selasa (12/5/2026).
Politisi Fraksi PKB tersebut, juga meminta vaksinasi campak lebih digencarkan, termasuk bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien.
“Vaksin digencarkan, termasuk untuk tenaga kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit yang menangani kasus campak. Jangan sampai nakes kita, kayak dokter dan perawat ikut terpapar,” katanya.
Jember
KLB campak Jember
berita Jember terbaru
kesehatan Jember
KLB campak
Dinkes Jember
Muhammad Zamroni
DPRD Jember
Muhammad Hafidi Kholis
campak Jember
Jawa Timur
berita Jatim terkini
| BLT DBHCHT Buruh Rokok Bojonegoro Cair, 15.972 Pekerja Terima Bantuan |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Pemotor Vs KA Sangkuriang Kejutkan Penikmat Sore di Sawah Desa Bedadung Jember |
|
|---|
| Jawaban Tegas Khofifah Saat Disorot DPRD Jatim Soal Ratusan Penghargaan |
|
|---|
| Siswa SD Tulungagung Terpapar Radikalisme dari Game Online, UPT PPA Turun Tangan |
|
|---|
| 1.312 Jemaah Haji asal Banyuwangi Telah Diberangkatkan Menuju Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Rapat-dengar-pendapat-DPRD-tentang-penanganan-campak-di-Jember.jpg)