Bupati Lamongan Upgrade Kompetensi Perangkat Desa Lewat Program Prima Desa
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur desa
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Melalui Program Prima Desa, Pemkab Lamongan latih 213 perangkat desa baru untuk tingkatkan kapasitas manajemen aparatur.
- Bupati Yuhronur Efendi tekankan pentingnya hard skill dan soft skill dalam pelayanan publik.
- Peserta dibekali materi keuangan, aset desa, kepemimpinan, hingga pengembangan BUMDes.
SURYA.co.id, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur desa melalui Program Peningkatan Manajemen Aparatur Desa (Prima Desa).
Program yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan itu resmi dibuka Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Aula Gajah Mada Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (12/5/2026).
Perkuat SDM Perangkat Desa
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Lamongan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa.
Baca juga: Angkat Kearifan Lokal, IWAPI Lamongan Gelar Lomba Berkebaya
Sebanyak 213 perangkat desa yang baru dilantik pada 2025 hingga awal 2026 mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Mei 2026.
Kecakapan Komunikasi dan Kemampuan Beradaptasi
Dalam sambutannya, Bupati Lamongan, Kaji Yes menegaskan, perangkat desa merupakan wajah pelayanan masyarakat yang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kecakapan komunikasi serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pemerintahan desa saat ini semakin kompleks, mulai dari tuntutan efisiensi birokrasi, perkembangan teknologi, hingga perubahan iklim yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat desa.
“Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 menegaskan bahwa tidak ada pembangunan Indonesia yang berhasil tanpa desa yang kuat, dan tidak ada desa yang kuat tanpa perangkat desa yang berdedikasi,” katanya, dikutip SURYA.co.id
Pahami Dinamika Sosial yang Berkembang
Ia menjelaskan, perangkat desa memiliki peran penting dalam menjalankan roda pemerintahan desa sekaligus menerjemahkan berbagai kebijakan kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Karena itu, perangkat desa dituntut mampu memahami dinamika sosial yang berkembang sekaligus cepat beradaptasi terhadap tantangan baru dalam pelayanan publik.
Ditambahkan, perangkat desa sering berhubungan langsung dengan pelayanan publik.
Maka harus mampu beradaptasi terhadap tantangan yang ada dan memiliki kemampuan lebih untuk menerjemahkan tantangan tersebut menjadi kebijakan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penguasaan Hard Skill dan Soft Skill
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan hard skill dan soft skill bagi aparatur desa.
Hard skill dinilai penting untuk menunjang kemampuan teknis dalam menjalankan administrasi pemerintahan desa, pengelolaan program, hingga tata kelola keuangan.
Sementara soft skill dinilai menjadi modal utama dalam membangun komunikasi, kepemimpinan, loyalitas, hingga kemampuan menjalin kepercayaan dengan masyarakat.
| BTN Gandeng MKP Perluas Layanan Digital untuk Ekosistem Wisata di Bali |
|
|---|
| Mahasiswa Suarakan Anti Perang dalam International Youth Forum di Unisda Lamongan |
|
|---|
| Polisi Tangkap Residivis Narkoba di Lamongan, Sita 50 Gram Sabu dan Pil Ekstasi |
|
|---|
| Persebaya Dihantam Badai Cedera Usai Tahan Persis, Malik dan Koko Dipantau |
|
|---|
| 200 Siswa Sempat Sakit Usai MBG, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/meningkatkan-profesionalitas-dan-kualitas-pelayanan-publik-di-desa.jpg)