Angkat Kearifan Lokal, IWAPI Lamongan Gelar Lomba Berkebaya
Lomba Berkebaya yang digelar DPC IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Cabang Lamongan dalam rangka memperingati Hari Kartini
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Lomba Berkebaya digelar IWAPI Lamongan di Pendopo Lokatantra untuk memperingati Hari Kartini ke-147, menghadirkan nuansa budaya Jawa.
- Kebaya sebagai identitas ditampilkan dengan batik dan sanggul tradisional, simbol kelembutan sekaligus kekuatan perempuan Indonesia.
- IWAPI Lamongan manfaatkan acara untuk mempererat solidaritas anggota, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring usaha.
SURYA.co.id LAMONGAN - Suasana anggun penuh nuansa budaya Jawa terasa kental di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Senin (11/5/2026).
Puluhan perempuan mengenakan kebaya dengan beragam motif dan warna mengikuti Lomba Berkebaya yang digelar DPC IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Cabang Lamongan dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147.
Simbol Identitas Budaya
Tak sekadar ajang unjuk busana tradisional, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perempuan Lamongan untuk merawat nilai budaya sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Balutan kain batik, selendang, hingga sanggul tradisional yang dikenakan peserta menghadirkan suasana khas perempuan Jawa tempo dulu.
Di tengah modernisasi yang terus berkembang, kebaya kembali dihadirkan sebagai simbol identitas budaya yang tetap relevan di era sekarang.
Tingkatkan Kapasitas Diri
Ketua DPC IWAPI Lamongan, Anis Kartikawati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal.
“Rangkaian acara hari ini menjadi momentum bagi perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Anis kepada SURYA.co.id.
Perempuan Sosok Tangguh dan Kreatif
Menurutnya, perempuan masa kini dituntut mampu menjadi sosok yang tangguh, kreatif, dan mandiri, namun tetap menjunjung tinggi etika serta nilai budaya yang diwariskan leluhur.
“Sebagai perempuan kita memiliki peran luar biasa, baik dalam keluarga, lingkungan sosial maupun dunia usaha. Perempuan hari ini harus mampu menjadi pribadi yang kuat, tetapi tetap menjaga nilai budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Kain Batik Nusantara
Dalam kegiatan tersebut, peserta tak hanya tampil mengenakan kebaya modern, tetapi juga menghadirkan sentuhan busana tradisional khas daerah yang dipadukan dengan kain batik nusantara.
Hal itu menjadi gambaran bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.
Anis menjelaskan, lomba berkebaya sengaja dihadirkan sebagai upaya menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa, khususnya di kalangan perempuan muda.
Menurutnya, kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol kelembutan, kekuatan, dan jati diri perempuan Indonesia.
“Kebaya bukan hanya busana tradisional. Di dalamnya ada makna tentang perempuan Indonesia yang anggun, berdaya, dan tetap menghormati budaya,” terangnya.
Pererat Solidaritas Anggota Iwapi Lamongan
| Prasasti Kuno Ungkap Lamongan Sudah Jadi Lumbung Pangan Sejak Era Airlangga |
|
|---|
| Hilang 5 Hari, Nenek Salmi Ditemukan Meninggal di Kebun Tebu, Posisi Tidur Dengan Bantal |
|
|---|
| UMKM Camilan Laut Asal Kenjeran Surabaya Tembus Pasar Internasional, Kini Jajaki Pasar Qatar |
|
|---|
| Kasus Korupsi Maidi Meluas: KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun |
|
|---|
| Penjaringan Calon Siswa Baru Sekolah Rakyat Jombang, Sisir Desil 1 dan 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/peran-perempuan-dalam-pembangunan-ekonomi-masyarakat.jpg)