Minggu, 10 Mei 2026

Pesantren Denanyar Jombang Resmikan Rumah Sampah, Libatkan 6.000 Santri 

Pesantren Denanyar Jombang meresmikan rumah pengelolaan sampah untuk edukasi ribuan santri.

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
PENGELOLAAN SAMPAH - Peresmian Rumah Pengelolaan Sampah  di lingkungan pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (10/5/2026). Diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri secara berkelanjutan. 

Ringkasan Berita:
  • Pesantren Denanyar meluncurkan rumah pengelolaan sampah berbasis edukasi. 
  • Program melibatkan lebih dari 6.000 santri untuk budaya hidup bersih. 
  • Sampah organik diolah jadi maggot dan kompos, anorganik bernilai ekonomi.

 

SURYA.CO.ID  JOMBANG - Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang, resmi meluncurkan Rumah Pengelolaan Sampah sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan pesantren, Minggu (10/5/2026). 

Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama antara pihak pesantren, P3M, dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP).

Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Pesantren. 

Peresmian rumah pengelolaan sampah itu menjadi bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren. 

Selain fokus pada penanganan sampah, program ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri secara berkelanjutan.

Perwakilan CCEP, Anang Zakariah, mengatakan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: REJISIH Menur Pumpungan, Warga Sulap Sampah Jadi Tabungan Tembus Rp15 Juta

"Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga tempat membangun kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk dalam pengelolaan sampah," ucapnya saat memberikan sambutan kepada para audiens. 

Menurutnya, edukasi mengenai pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai guna juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.

Dalam kegiatan itu turut hadir perwakilan P3M, Khoerudin, yang menilai pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat edukasi lingkungan berbasis masyarakat.

Ia menyebut penguatan kelembagaan lingkungan di pesantren menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Selain itu, model serupa diharapkan dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan maupun komunitas masyarakat lainnya," katanya menambahkan. 

Baca juga: Upaya Kemendiktisaintek Selesaikan Masalah Sampah Nasional : Pengelolaan Berbasis Teknologi

Program pengelolaan sampah di pesantren tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pendamping kegiatan, di antaranya Maman Abdurrahman dan Abdurahman Mubarok.

Dari unsur internal pesantren hadir Najwa Fikri dari yayasan serta Siti Chaulatul Aimmah selaku perwakilan pengasuh pondok.

Ketua Eco Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Hilmy, menegaskan bahwa keberadaan Rumah Pengelolaan Sampah bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi, melainkan membangun budaya hidup bersih dan kepedulian lingkungan di kalangan santri.

"Program ini merupakan gerakan sosial dan edukasi lingkungan. Tujuan utamanya membangun kesadaran bersama agar santri terbiasa menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan," ungkapnya saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved