Tampang Polisi Gadungan Palak Warung di Gresik Diringkus, Minta Uang Keamanan
Pria di Gresik ditangkap setelah tiga tahun menyamar jadi polisi untuk memalak warung.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Jainuri ditangkap usai menyamar sebagai anggota polisi di Duduksampeyan.
- Pelaku meminta uang keamanan ke sejumlah warung sejak tahun 2023.
- Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus ini.
SURYA.CO.ID GRESIK - Kedok Jainuri akhirnya terbongkar. Pria berusia 44 tahun ini pura-pura menjadi polisi untuk memalak warung yang ada di jalan raya Duduksampeyan, Gresik, Jawa Timur.
Kedok Jainuri terbongkar ketika pemilik warung tersebut curiga. Benar saja, pria asal Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu adalah polisi gadungan.
"Satu orang sudah kami amankan," ujar Kapolsek Duduksampeyan, AKP Bakri.
Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan mengamankan pria yang nekat menyamar sebagai anggota polisi tersebut pada Sabtu, 9 Mei 2026, sore. Diketahui, modus tersangka meminta “uang keamanan” ke warung.
Berkat Laporan Masyarakat
Pria berambut cepak ini telah beraksi selama kurang lebih tiga tahun. Pelaku diamankan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya pria mencurigakan yang mengaku sebagai anggota Polri dan meminta uang kepada pemilik warung di sepanjang jalur utama Duduksampeyan.
Baca juga: Polisi Gadungan Tipu Perempuan Tuban Rp170 Juta, Pelaku Ditangkap di Magetan
Terungkapnya aksi pelaku bermula saat J mendatangi warung milik K (45) di kawasan Jalan Raya Duduksampeyan, masuk desa Tumapel.
Mendatangi warung semi permanen di pinggir jalan, berusaha meyakinkan, mengaku sebagai anggota Polsek Panceng dan meminta uang keamanan sebesar Rp250 ribu.
“Setelah menerima laporan masyarakat, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil interogasi diketahui bahwa yang bersangkutan bukan anggota Polri alias polisi gadungan,” ujar AKP Bakri.
Dari hasil pemeriksaan, aksi tersebut ternyata bukan kali pertama dilakukan pelaku. Polisi mendapati bahwa modus pemerasan berkedok uang keamanan itu telah dijalankan sejak awal tahun 2023.
Salah satu korban, K, mengaku rutin memberikan uang kepada pelaku karena takut dan percaya bahwa J benar-benar anggota kepolisian.
Baca juga: Motif Komplotan Polisi Gadungan Sergap Warga Glenmore Banyuwangi, Disebut Dendam Karena Crypto
Aksi dilakukan Lebih Tiga Tahun
Selama kurang lebih tiga tahun, korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp2 juta. Nominal pungutan yang diminta pelaku pun bervariasi, mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap kali mendatangi warung.
Tak hanya menyasar satu korban, pelaku diketahui mendatangi sejumlah warung di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan untuk melakukan aksi serupa.
Polisi kini masih melakukan pendalaman guna mengetahui kemungkinan adanya korban lain
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp250 ribu yang diduga merupakan sisa hasil penipuan, serta sejumlah bukti transfer dari para korban kepada tersangka.
polisi gadungan tipu perempuan Tuban
modus polisi gadungan
penipuan modus polisi gadungan
polisi gadungan
Korban polisi gadungan
surabaya.tribunnews.com
Meaningful
| Posisi Start Moto3 P6 Veda Ega Pratama di MotoGP Prancis 2026 jadi Modal Naik Podium Lagi Sore Ini |
|
|---|
| Warung Sapu Jagad Banyuwangi Sajikan Pecel Pitik Asli Masak Pakai Kayu Bakar |
|
|---|
| Veda Ega dan Adrian Fernandez Bersinar, Honda Mulai Bangkit di Moto3 Prancis 2026, |
|
|---|
| Dalberto, Gabi dan Joel Vinicius Bawa Arema FC Pesta Gol Lawan PSM |
|
|---|
| Kakek di Surabaya Disekap Pacar Anak Selama Setahun: Uang Rp2 Miliar Ludes, Korban Tak Sadar Ditipu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/polisi-gadungan-gresik.jpg)