Begal yang Serang Mahasiswi Pendaki di Pasuruan Ternyata Sering Beraksi juga di Malang
Dua pelaku begal bercelurit yang diringkus anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ternyata sudah sering berulah di wilayah Pasuruan hingga Malang.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
"Dia menunggu korbannya sebanyak dua kali. Jadi korban pertama lewat; calon korban pertama lewat gagal calon korban kedua, sudah lewat, gagal," katanya.
"Akhirnya, korban ketiga ini yaitu dua orang wanita ini yang sepeda motornya berhasil mereka ambil paksa, atau mereka rampas," pungkasnya.
Sementara itu, Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP Muhammad Fauzi mengatakan, pelaku kerap mempersenjatai diri menggunakan celurit. Pelaku tidak segan melukai korban jika mendapati korban melawan.
"Kami sita senjatanya, celurit ini ya. Dia kemarin bacok korban sampai harus dijahit 18 jahitan," ujar Fauzi, menambahkan.
Di lain sisi, salah satu kakak korban Bayu mengapresiasi gerak cepat Anggota Tim Jatanras Polda Jatim yang berhasil menangkap para pelaku.
Ia berharap para pelaku dapat dihukum setimpal sesuai perundang-undangan. Karena, akibat insiden tersebut adiknya mengalami trauma.
"Ya dihukum setimpal. Karena adik saya masih trauma masih takut ketemu orang baru, dan orang gak dikenal," ujar pria yang bekerja sebagai satpam di sebuah rumah sakit swasta Kota Surabaya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/begalmpasuruan-polda-jatim.jpg)