Sabtu, 9 Mei 2026

Monitoring Pompanisasi di Lamongan, Dirjen Sarpras Kementan : Petani Produktif saat El Nino

Melalui berbagai langkah mitigasi, petani di Lamongan diyakini tetap mampu menanam dan meningkatkan hasil produksi

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Hanif Manshuri
POMPANISASI - Dirjen Sarana dan Prasarana Kementan RI, Andi Nur Alamsyah melakukan monitoring pompanisasi di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, dan turut didampingi Bupati Yuhronur Efendi, Rabu (29/4/2026). Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan optimisme tinggi dalam menjaga produktivitas pertanian meski di tengah ancaman fenomena El Nino. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah pusat dan Pemkab Lamongan optimistis produktivitas pertanian tetap terjaga meski ada ancaman El Nino, dengan mitigasi lebih awal melalui pompanisasi.
  • Kementerian Pertanian menyalurkan ratusan unit pompa dan sarana irigasi untuk memaksimalkan waduk serta aliran Bengawan Solo.
  • Program ini diharapkan meningkatkan indeks pertanaman dari 2,1 ke 2,5, menjaga swasembada pangan, dan memperkuat ketahanan petani Lamongan.

 

SURYA.co.id LAMONGAN  – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan optimisme tinggi dalam menjaga produktivitas pertanian meski di tengah ancaman fenomena El Nino. 

Melalui berbagai langkah mitigasi, petani di Lamongan diyakini tetap mampu menanam dan meningkatkan hasil produksi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, saat melakukan monitoring pompanisasi di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, dan turut didampingi Bupati Yuhronur Efendi,  Rabu (29/4/2026).

Mitigasi Awal Potensi Dampak Kekeringan

Dalam kunjungannya, Andi memastikan penempatan, penyerahan, hingga uji coba alat dan mesin pertanian (alsintan) di Lamongan berjalan dengan lancar. 

Baca juga: KemenHam Jatim Kawal 3 Raperda Lamongan, Toar Mangaribi: Cegah Aturan Diskriminatif

Ia pun mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi lebih awal terhadap potensi dampak kekeringan.

“El Nino itu ada, tapi kami optimistis petani Lamongan tetap akan menanam dan terus berproduksi. Mitigasi sudah dilakukan lebih awal, dan ini luar biasa karena Pak Bupati sudah memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada,” ujarnya.

Pengairan Lahan Pertanian

Menurutnya, berbagai faktor pendukung di Lamongan cukup kuat, mulai dari ketersediaan pupuk, alsintan, hingga sumber air yang dipastikan tetap tersedia. 

Ia menegaskan, keberadaan Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Lamongan menjadi potensi besar yang akan dimaksimalkan untuk mendukung pengairan lahan pertanian.

“Kita pastikan air tersedia. Waduk-waduk yang ada, termasuk aliran Bengawan Solo, akan dimanfaatkan secara maksimal dengan pemasangan pompa-pompa. Yang sudah tanam kita pertahankan, dan yang akan tanam kita dorong agar tetap berjalan,” jelasnya.

Lahan Tadah Hujan

Ia mengungkapkan, dari total sekitar 95 ribu hektare luas baku sawah di Lamongan, masih terdapat sekitar 53 ribu hektare lahan tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, upaya penguatan sistem irigasi menjadi prioritas utama.

Terlebih, kondisi geografis sejumlah lahan yang berada di posisi lebih tinggi membuat distribusi air tidak bisa hanya mengandalkan aliran gravitasi, sehingga diperlukan pompanisasi sebagai solusi.

Saluran Irigasi di Lamongan

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Pertanian akan menyalurkan berbagai sarana irigasi di Lamongan.

Di antaranya sekitar 100 unit pompa 4 inch, 100 unit pompa 6 inch, 70 unit pompa 3 inch, 200 unit irigasi perpompaan, sekitar 70 unit irigasi perpipaan, serta 50 unit bangunan konservasi air.

Dongkrak Produktivitas Pertanian

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved