Rabu, 29 April 2026

Puting Beliung Terjang Madiun, Ratusan Rumah Warga Gemarang Rusak

Ratusan rumah di Gemarang, Madiun, Jawa Timur, rusak diterjang angin puting beliung. Simak kronologi dan data kerusakannya.

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
istimewa
PUTING BELIUN - Rumah warga Desa Nampu di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, rusak berat akibat terjangan puting beliung, Rabu (29/4/2026). Angin puting beliung menerjang ratusan rumah warga Desa Nampu pada Selasa (28/4/2026) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Bencana puting beliung menerjang Dusun Serampangmojo, Desa Nampu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (28/4/2026) malam.
  • Empat rumah warga di RT 22 mengalami kerusakan berat hingga 80 persen dan satu pendopo perguruan silat terdampak.
  • BPBD Kabupaten Madiun memastikan tidak ada korban jiwa dan saat ini fokus pada pembersihan puing serta bantuan logistik.

SURYA.CO.ID, MADIUN - Bencana angin puting beliung melanda kawasan lereng Wilis, tepatnya di Dusun Serampangmojo, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (28/4/2026) malam.

Terjangan angin kencang tersebut, mengakibatkan ratusan kepala keluarga terdampak dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan serius.

Kejadian yang berlangsung saat intensitas hujan tinggi tersebut memicu kepanikan warga. Pengamatan SURYA.co.id di lapangan, material atap rumah berhamburan setelah disapu angin kencang yang datang secara tiba-tiba dari arah timur.

Kronologi Terjangan Angin Puting Beliung

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem sudah mulai terlihat sejak Selasa sore. Langit gelap pekat diikuti hujan deras menjadi pembuka, sebelum pusaran angin menerjang permukiman.

"Kejadiannya diawali hujan disertai angin kencang dari arah timur sejak sore hari. Intensitasnya meningkat drastis saat memasuki waktu malam, yang kemudian menyapu bagian atas bangunan warga," ujar Boby saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (29/4/2026).

Fenomena puting beliung di wilayah Madiun ini, umumnya terjadi pada masa transisi cuaca atau pancaroba. Kecepatan angin yang tinggi dalam durasi singkat, seringkali menyasar area terbuka dan bangunan dengan struktur atap yang kurang kokoh.

Data Kerusakan: 4 Rumah Rusak Berat

Berdasarkan hasil asesmen cepat yang dilakukan tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Madiun, dampak kerusakan terbagi menjadi kategori berat dan sedang. Meski ratusan rumah terdampak pada bagian atap, terdapat empat hunian yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Berikut daftar pemilik rumah yang mengalami kerusakan berat (mencapai 80 persen):

  • Ibu Warinah (RT 22)
  • Bapak Puguh (RT 22)
  • Ibu Rike (RT 22)
  • Bapak Samijan (RT 22)

Selain rumah warga, fasilitas publik dan simbol komunitas juga tak luput dari amukan alam. Bangunan pendopo milik salah satu perguruan silat di wilayah tersebut, dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap dan tiang penyangga. Empat pohon besar di sekitar lokasi juga tumbang, yang sempat menutup akses jalan utama desa.

Penanganan Darurat dan Kondisi Korban

Beruntung, di tengah kerusakan material yang cukup masif, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Langkah evakuasi mandiri yang dilakukan warga saat mendengar suara gemuruh angin, dianggap menjadi faktor kunci nihilnya korban luka maupun jiwa.

"Untuk korban jiwa nihil, namun kerugian material cukup signifikan, karena banyak rumah terdampak. Kami sudah mengerahkan personel untuk membantu pembersihan," tambah Boby.

Sejak Rabu pagi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan bersama masyarakat setempat telah melakukan kerja bakti massal. Mereka bergotong royong menyingkirkan batang pohon yang melintang di jalan serta memperbaiki atap rumah warga yang masih bisa diselamatkan.

Imbauan Mitigasi Bencana

Pihak otoritas meminta warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Mengingat lokasi geografis Desa Nampu yang berada di kawasan perbukitan, risiko angin kencang dan tanah longsor tetap menghantui selama musim penghujan.

  • Segera keluar dari rumah jika mendengar suara gemuruh angin yang sangat kuat.
  • Hindari berlindung di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan tua yang rapuh.
  • Lakukan pemangkasan dahan pohon di sekitar rumah secara berkala untuk mengurangi beban angin.
Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved