Minggu, 3 Mei 2026

Sambut Ekspansi Satoria Farma, Pemenuhan Infus Rumah Sakit di Jatim Terjamin

Khofifah resmikan line 4 Satoria Farma, pasokan infus RSUD Jatim makin terjamin.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
DIRESMIKAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik line 4 PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan-Puwosari KM 16 Sambisirah Selatan, Pasuruan, Selasa (28/4/2026). (HUMAS PEMPROV JATIM) 
Ringkasan Berita:
  • Khofifah resmikan ekspansi pabrik infus Satoria di Pasuruan, dukung RSUD Jatim. 
  • Produksi meningkat, suplai infus diharapkan kurangi ketergantungan impor. 
  • Satoria tumbuh 35 persen per tahun, jadi penguat industri farmasi nasional.

 

SURYA.CO.ID, PASURUAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik line 4 PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan-Puwosari KM 16 Sambisirah Selatan, Pasuruan, Selasa (28/4/2026). 

Secara khusus pihaknya menyambut baik ekspansi industri farmasi  yang memproduksi infus ini. 

Terutama karena industri farmasi Satoria Farma memberikan garansi terhadap pemenuhan kebutuhan cairan infus di lingkungan rumah sakit yang ada di Jatim terutama rumah sakit Pemprov Jawa Timur. 

“Kita sangat menyambut baik, terutama karena dari pabrik ini ada potensi kerjasama dengan 14 rumah sakit  milik pemprov Jawa Timur untuk mendapatkan suplai infus,” kata Khofifah. 

Tidak hanya itu, suplai cairan infus juga bisa menjamin ketersediaan untuk seluruh tim manajemen rumah sakit di lingkungan Pemprov Jawa Timur. 

Baca juga: Pabrik Melamin di KEK JIIPE Gresik, Dorong Efisiensi Operasional dan Keberlanjutan Industri

“Saya RSUD di  lingkungan Pemprov Jatim  akan menjadi pioner di lingkungannya masing-masing,” ujarnya. 

Bagian Penting Industri Farmasi 

Lebih lanjut, dikatakannya, Satoria Farma menjadi bagian penting dalam industri farmasi sekaligus penguat industri subtitusi impor. 

Obsesi tersebut dimulai zaman orde Baru, orde reformasi hingga kemudian melalui tangan dingin Pak Alim Satria yang menginisiasi bagaimana industri farmasi dirintis, dibesarkan dan terus dikembangkan dari Kabupaten Pasuruan. 

“Jadi bukan hanya industri farmasinya tapi industri substitusi impor dan  hilirisasi di banyak tempat, industri manufaktur yang kita kembangkan harapan kita semakin lama substitusi import bisa diinisiasi dan itu sudah dilakukan Pak Alim Satria melalui Satoria Farma. Mudah-mudahan terus tumbuh berkembang luas dan makin hebat makin hebat lagi,” jelasnya. 

Ke depan Khofifah berharap beroperasinya fasilitas line 4 Satoria meningkatkan kontribusinya dalam menjamin ketersediaan  cairan infus nasional, menekan ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia dari Jawa Timur.

Baca juga: Khofifah Resmikan SPAM Mojolagres Mojokerto, Solusi Air Bersih 3 Wilayah Jatim

CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri Alim Satria mengatakan dalam perjalanan sejak tahun 2014 mendirikan perusahaan dan setelah 12 tahun kerja keras tanpa henti dengan berbagai tantangan.

“Sebagai pabrik infus terbesar di Indonesia pertumbuhan pasar infus di Indonesia serta kinerja pertumbuhan tahunan Satoria Farma yang secara konsisten berada pada sekitaran 35 % setiap tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawas Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan zat adiktif BPOM RI, William Adi Teja menyambut baik perluasan line di Satoria Pharma karena kebutuhan cairan infus di Indonesia semakin terpenuhi. 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved