Sabtu, 13 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Sosok Hariono, Pedagang Asongan Jombang Jemput Mimpi Naik Haji Setelah Menabung 29 Tahun

Setelah 29 tahun menabung dari hasil berjualan asongan, keduanya dijadwalkan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026.

Tayang:
Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
HAJI 2026 - Teman Hariono saat ditemui di kediamannya di Dusun Kapringan, Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur sebelum berangkat bekerja sebagai pedagang asongan, Senin (27/4/2026). Menunggu satu dekade sebelum pasti berangkat ke tanah suci bersama pasangan hidup. 

Ringkasan Berita:
  • Teman Hariono (51) dan istrinya Jumilah (50), pedagang asongan asal Dusun Kapringan, Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berhasil mewujudkan mimpi menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 29 tahun.
  • Sejak 1988, mereka konsisten berjualan di berbagai keramaian dengan penghasilan tak menentu, namun tetap disiplin menyisihkan uang sedikit demi sedikit.
  • Keduanya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026 bersama 1.267 jemaah asal Jombang.

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Teman Hariono (51), pedagang asongan asal Dusun Kapringan, Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuktikan mimpi besar bisa lahir dari langkah kecil yang konsisten. 

Puluhan tahun ia menyusuri keramaian dengan tas dagangan di pundak, hingga akhirnya bersama sang istri, Jumilah (50). berhasil menjemput impian menunaikan ibadah haji.

Mereka berdua dijadwalkan berangkat ke tanah suci saat Ibadah Haji 2026.

Menabung Selama 29 Tahun

Setelah 29 tahun menabung dari hasil berjualan asongan, keduanya dijadwalkan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026.

Perjalanan itu tidak lahir dalam semalam. Sejak 1988, jauh sebelum berkeluarga, Teman Hariono sudah terbiasa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Baca juga: Cegah Jemaah Kabur dan Barang Hilang, Asrama Haji Sukolilo Surabaya Pasang 78 CCTV

Ia menawarkan dagangan di dalam bus, mengikuti pengajian, hingga mendatangi pentas seni tradisional seperti jaranan dan reog.

"Yang penting halal dan bisa menyisihkan sedikit demi sedikit," ucap saat ditemui SURYA.co.id, di rumahnya pada Senin (27/4/2026).

Setelah menikah pada 1997, langkahnya tak lagi sendiri. Bersama Jumilah, perjuangan itu menjadi lebih berat sekaligus lebih kuat.

Berbagi Peran di Tengah Penghasilan Tak Menentu

Keduanya berbagi peran, saling menguatkan saat penghasilan tak menentu, dan tetap bertahan meski keuntungan yang didapat sering kali hanya cukup untuk kebutuhan harian.

Pada masa-masa awal, penghasilan Teman Hariono hanya berkisar Rp 35 ribu per hari. 

Angka yang bagi sebagian orang mungkin terasa kecil, namun bagi mereka menjadi pijakan untuk terus bergerak.

Rela Tempuh Perjalanan Jauh

Seiring waktu, pendapatan itu perlahan meningkat hingga sekitar Rp 300 ribu per hari.

Prinsipnya sederhana, di mana ada keramaian, di situ ada peluang.

Tak jarang, Teman Hariono harus menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga ke luar kota seperti Jepara, demi mendapatkan penghasilan tambahan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved