Jumat, 15 Mei 2026

Gara gara Cincin Jari Lansia Madiun Bengkak, Evakuasi Bantuan Damkar

Jari Sudarsono bengkak sebulan, Damkar Madiun berhasil melepas cincin tanpa cedera serius.

Tayang:
istimewa
BENGKAK - Petugas pemadam kebakaran berupaya melepaskan cincin dari jari Warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Sudarsono (74), Kamis (23/4/2026). Cincin tersebut macet dan membuat jari Sudarsono bengkak  (foto Damkar Madiun) 
Ringkasan Berita:
  • Jari lansia bengkak akibat cincin macet, Damkar turun tangan.
  • Evakuasi cincin berlangsung 15 menit, jari selamat.
  • Masyarakat diminta segera melapor jika terjadi kasus serupa.

 

SURYA.CO.ID MADIUN - Seorang warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Sudarsono (74), harus meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk melepaskan cincin yang telah melingkar di jarinya selama puluhan tahun.

Cincin tersebut tidak bisa dilepas dan menyebabkan jari Sudarsono mengalami pembengkakan. Upaya pelepasan secara mandiri sebelumnya sudah dilakukan keluarga, namun tidak berhasil. 

Jari Bengkak Karena Cincin Minta Bantuan Damkar

Karena kondisi jari semakin membesar, keluarga akhirnya memutuskan meminta pertolongan petugas Damkar.

Petugas Damkar Kabupaten Madiun kemudian mendatangi rumah Sudarsono dan melakukan evakuasi dengan memotong cincin menggunakan gerinda kecil agar tidak memperparah luka pada jari.

Anak Sudarsono, Nurul Fatimah, mengatakan pembengkakan pada jari ayahnya sebenarnya sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. Namun, kondisi tersebut baru disadari serius sehari sebelumnya.

Baca juga: Cincin Tak Bisa Lepas dari Jari Kelingking, Warga Ngadiluwih Kediri Minta Bantuan Damkar

"Sudah sekitar satu bulanan membengkak, tapi baru ketahuan kemarin. Lalu saya lapor ke damkar supaya bisa dilepas. Alhamdulillah sekarang sudah bisa lepas, jadi lega," ujar Nurul, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, petugas Damkar Kabupaten Madiun, Agung Rudi Setiawan, menjelaskan pihaknya menerima laporan melalui layanan pengaduan masyarakat sebelum langsung menuju lokasi.

"Awalnya kami menerima telepon dari nomor pengaduan, lalu kami datangi rumah warga. Saat dicek, jari sudah terluka dan membengkak, sehingga proses pelepasan harus sangat hati-hati," kata Agung.

Baca juga: Damkar Tulungagung Jadi Spesialis Cincin, Sudah Memotong 19 Cincin Warga Gara-gara Tak Bisa Dilepas

Menurut dia, proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit hingga cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera yang lebih parah.

Damkar Kabupaten Madiun mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengalami kejadian serupa, baik melalui petugas maupun layanan call center, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko luka serius dapat dihindari.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved