Selasa, 28 April 2026

Pemkab Lumajang Sidak Warung, 15 Tabung Elpiji Subsidi Diganti Non Subsidi, Harga Makanan Naik

Warung Mak Rumpit Lumajang terpaksa ganti 15 tabung gas melon dengan elpiji non subsidi, harga naik.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Imam Nahwawi
DIPAKSA GANTI LPG: 15 Tabung elpiji melon di temukan di Warung Mak Rumpit Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026) Pemkab Lumajang paksa warung ini gunakan tabung LPG non subsidi. 

Ringkasan Berita:
  • Warung Lumajang ganti 15 tabung gas melon dengan elpiji non subsidi, operasional makin mahal.
  • Pemkab Lumajang sidak warung, paksa tukar elpiji 3 kg dengan tabung non subsidi.
  • Gas melon untuk usaha dilarang, harga ayam geprek warung Mak Rumpit terpaksa naik.

 

SURYA.CO.ID  LUMAJANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur bersama Pertamina melakukan inspeksi di Warung Mak Rumpit, Rabu (22/4/2026).

Hal itu dilakukan untuk memastikan elpiji melon tidak digunakan pelaku usaha restoran beromzet tinggi, sebab hal itu bisa memicu terjadinya kelangkaan.

Hasil Inspeksi tersebut ditemukan, rumah makan di kawasan Lumajang Kota ini menyimpan 15 tabung elpiji melon untuk operasional bisnis kulinernya.

Kemudian, pelaku usaha kuliner ayam geprek dan beras kencur dipaksa mengganti elpiji melon itu dengan tabung non subsidi berwarna pink yang telah dibawa agen binaan Pertamina.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Lumajang Muhammad Ridha mengungkapan hal ini menindak lanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) pada 17 April 2026 lalu di beberapa hotel dan restoran.

Baca juga: LPG Non Subsidi Naik, Pemprov Jatim Tegaskan Stok Aman dan Terkendali 

"Kami menemukan beberapa pelaku usaha ini mengunakan elpiji 3 kilogram. Sehingga hari ini kami memfasilitasi sekaligus bersama Pertamina melakukan trade in ini," ujarnya.

Menurutnya, belasan tabung elpiji subsidi harus diganti dengan PLG ukuran 5,5 kilogram dan Rp 12,5 kilogram, selain pengusaha tersebut harus bayar pergantian tabung tersebut.

"Jika dua tabung 3 Kilogram kosong, maka diganti dengan tabung kosong ukuran 5,5 kilogram. Para pelaku usaha cukup bayar Rp 110 ribu ," ucap Ridha.

Namun jika mereka ingin ganti paksa dengan tabung ukuran 12 kilogram. Kata Ridha, pelaku usaha tersebut cukup menukar dengan tiga elpiji melon.

"Dan membayar refill sebesar Rp 340 ribu. Jika menukar 4 tabung subsidi, mereka bayar refill Rp 190 ribu," ulasnya.

Baca juga: Harga LPG Melonjak Tajam, Warga Mulai Beralih ke 3 Kg, Ancaman Baru Distribusi Muncul

Jika Pelaku Usaha Tetap Menggunakan Tabung Warna Hijau Akan Ditindak Tegas

Jika setelah ini pelaku usaha tetap menggunakan tabung warna hijau. Ridha pastikan mereka akan ditindak lebih tegas lagi.

"Ini sesuai arahan bupati. Disini kami temukan 15 tabung, jadi mereka harus ganti dengan lima tabung non subsidi," ucapnya.

Warung ini kabarnya dalam sehari bisa mengabiskan 10 tabung elpiji melon, untuk operasional masakan kulinernya.

Menanggapi hal itu, Manager Warung Mak Rumpit Lumajang Muhammad Hakam Kausa mengaku terpaksa menaikan harga menu makanan, sejak dipaksa gunakan elpiji non subsidi.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved