Jumat, 8 Mei 2026

OTT KPK Tulungagung

Rekam Jejak Jatmiko Dwijo, Adik Bupati Tulungagung yang Ikut Diperiksa KPK Tapi Bantah Terlibat

Jatmiko Dwijo, Adik Bupati Tulungagung buka suara soal pemeriksaan KPK. Ungkap detik-detik diperiksa dan pertanyaan yang dicecar penyidik.

Tayang:
Kolase Kompas.com dan Tribunnews
BANTAH - (kiri) Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengenakan rompi orange saat berjalan meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Minggu (12/4/2026) dini hari. (kanan) Adik kandung Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Jatmiko Dwijo Seputro, saat memberikan keterangan kepada awak media di sebuah warung kopi di kompleks Pasar Legi Kota Blitar, Sabtu (18/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Jatmiko klarifikasi dirinya bukan terjaring OTT KPK, hanya diperiksa sebagai saksi
  • Mengaku diperiksa setelah berpapasan dengan penyidik di rumah kakaknya
  • Dicecar soal dugaan jual beli jabatan dan proyek APBD Tulungagung
  • Telepon genggamnya masih disita KPK hingga kini

 

SURYA.co.id – Suasana politik di Kabupaten Tulungagung mendadak memanas setelah nama Jatmiko Dwijo Seputro ikut terseret dalam rangkaian pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jatmiko secara terbuka mengungkap kronologi keterlibatannya sebagai saksi dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi utama OTT, melainkan berada di rumahnya saat peristiwa itu terjadi.

“Ini penting saya sampaikan untuk meluruskan sebagian informasi bahwa saya ikut terjaring dalam OTT di Pendopo,” ujar Jatmiko yang sengaja mengundang awak media di Blitar di kawasan Pasar Legi, Kota Blitar, Sabtu (18/4/2026) malam, dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Statusnya sebagai adik kandung Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuat pemeriksaan ini menjadi sorotan publik.

Banyak pihak mempertanyakan, apa sebenarnya yang ingin didalami KPK dari sosok yang masih memiliki hubungan keluarga inti dengan kepala daerah tersebut.

Hanya Klarifikasi Biasa

SIASAT - (kiri) Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengenakan rompi orange saat berjalan meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Minggu (12/4/2026) dini hari. Terungkap modus Gatut peras bawahannya dan atur vendor alat kesehatan.
SIASAT - (kiri) Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengenakan rompi orange saat berjalan meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Minggu (12/4/2026) dini hari. Terungkap modus Gatut peras bawahannya dan atur vendor alat kesehatan. (kolase SURYA.co.id dan Tribunnews)

Jatmiko menjelaskan bahwa dirinya pertama kali bersinggungan dengan penyidik KPK saat tengah menghadiri kegiatan pengajian di rumah kakaknya.

Saat hendak meninggalkan lokasi, ia mengaku langsung berpapasan dengan tim KPK yang disebut tengah melakukan penggeledahan.

“Lalu saya dibawa ke Polres (Tulungagung) dan dimintai keterangan sampai pagi, Sabtu pagi,” ujarnya.

Ia kemudian dibawa bersama sejumlah pejabat lain ke Surabaya, sebelum diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca juga: Kasus Korupsi Tulungagung Melebar, KPK Geledah Rumah Gatus Sunu dan Sita Uang Tunai Rp 95 Juta

Di ruang pemeriksaan, Jatmiko mengaku dicecar pertanyaan berulang yang berfokus pada dugaan jual beli jabatan serta kemungkinan keterlibatannya dalam proyek pemerintah daerah.

“Saya katakan apa adanya, saya tidak terlibat dalam dugaan kasus itu (jual beli jabatan). Saya juga tidak punya CV yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah Tulungagung,” ujar Jatmiko.

Selain itu, penyidik juga menanyakan apakah dirinya memiliki perusahaan yang terlibat dalam proyek APBD Tulungagung.

Pemeriksaan Maraton dan Pertanyaan Berulang

Jatmiko menggambarkan pemeriksaan berlangsung cukup panjang dan berulang, baik di Polres Tulungagung maupun di Gedung KPK Jakarta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved